Balita di Sleman Dianiaya Ayah Tiri, Bibir dan Kaki Luka Usai Disulut Lidi Panas

Balita di Sleman Dianiaya Ayah Tiri, Bibir dan Kaki Luka Usai Disulut Lidi Panas
ilustrasi kekerasan anak. ©shutterstock.com
NEWS | 5 Oktober 2021 20:23 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Seorang ayah di Sleman berinisial GY (24) ditangkap polisi karena menganiaya anak tirinya berusia 3,5 tahun. GY tega menganiaya anak tirinya dengan lidi api karena kesal anak tersebut kerap rewel.

Kanit PPA Polres Sleman, Iptu Yunanto Kukuh menceritakan jika GY dilaporkan oleh istrinya karena menganiaya anak tiri. Saat itu, sambung Kukuh, si istri sedang terlelap tidur dan terbangun karena anaknya menangis.

"Saat bangun itu, si ibu mengecek kondisi anaknya. Ternyata ada luka pada anak tersebut. Dua luka di bibir bagian atas dan bawah. Kemudian ada luka di bagian kaki," ujar Kukuh, Selasa (5/10).

Kukuh menyebut saat itu sang ibu melihat suaminya sedang memegang lidi api dalam kondisi masih menyala. Kemudian juga nampak membawa korek api.

"Pelaku ini menyalakan korek api untuk memanaskan lidi. Kemudian lidi api ini disulutkan ke anak tersebut," ungkap Kukuh.

Tak terima dengan perlakuan suami ke anak tirinya ini, kemudian ibu korban melaporkan kasusnya ke Polres Sleman. Kukuh menambahkan dari pengakuan, pelaku tega menyiksa anak tirinya karena kesal dengan anak tirinya yang dianggapnya rewel.

"Pelaku kita jerat dengan Pasal 44 UU RI nomor 23 Tahun 2004 atau Pasal 80 UU RI 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman 3 tahun penjara," tegas Kukuh. (mdk/gil)

Baca juga:
Anak 1,8 Tahun Dibunuh Ayah Tiri dan Mayat Digeletakkan di Samping Kakak Usia 4 Tahun
Kondisi Mata Bocah Dicungkil Orang Tuanya Semakin Membaik
Polisi Labuhanbatu Tangkap Ayah yang Suruh Anak Balitanya Merokok
Kasus Balita Dianiaya Bibi di Tangsel Terungkap Berkat Kejelian Guru
Balita Korban Penganiayaan Bibi Akrab dengan Dua Anak Pelaku
Kasus Bibi Banting Balita Terungkap dari Laporan Pengasuh ke Guru

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami