Bambang Widjojanto Sebut Pemilu 2019 Terburuk, Ini Alasannya

PERISTIWA | 24 Juni 2019 12:03 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menilai Pemilu 2019 adalah penyelenggaraan terburuk. Bambang memiliki sejumlah alasan.

"Pemilu kali ini Pemilu terburuk. Pertama, yang sudah beredar di publik adalah tidak ada Pemilu di dunia ini yang menghadirkan 700 korban jiwa," ujarnya dalam diskusi di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (24/6).

Bambang mengutip angka kematian anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Data Kementerian Kesehatan petugas meninggal 527 jiwa dan yang sakit mencapai 11.239 orang.

Kedua, Bambang mencontohkan temuan 400 ribu amplop uang yang diduga bakal digunakan untuk serangan fajar. Temuan berasal dari operasi tangkap tangan politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso.

"Ketiga, terungkap adanya keterlibatan penyelenggara negara aktif, massif dan sistematis, ini dilakukan oleh kepala daerah dalam sosialisasi pasangan calon petahana," kata Bambang.

Menurut Bambang, sejumlah rekomendasi Bawaslu juga tidak ditindaklanjuti dengan pemungutan suara ulang (PSU). Dia contohkan, kasus di Papua dan Surabaya.

Mantan pimpinan KPK itu menyebut jumlah kejahatan Pemilu masih banyak lagi. Kasus yang ditemukan seperti fenomena gunung es.

"Kejahatan Pemilu adalah fenomena gunung es hanya sedikit yang muncul dan tertangkap," kata Bambang.

Baca juga:
Semua Dalil Kubu Prabowo Terbantahkan, Kubu Jokowi yakin MK Tolak Gugatan
Atur Lalu Lintas, 600 Polisi Diterjunkan Saat Sidang Putusan MK 28 Juni
MK Disebut Bakal Putus Gugatan Pilpres Sesuai Fakta, Bukan Asumsi dan Imajinasi
Rais Aam PBNU Siapkan Kader Terbaik untuk Jadi Menteri di Kabinet Jokowi
Rais Aam PBNU Anggap Polemik Posisi Ma'ruf di Bank Syariah Sudah Selesai
Kuasa Hukum Jokowi Pertimbangkan Pidanakan Saksi 02 Diduga Beri Keterangan Palsu

(mdk/bal)