Bamsoet Harap New Normal Tidak Picu Gelombang Kedua Covid-19

Bamsoet Harap New Normal Tidak Picu Gelombang Kedua Covid-19
PERISTIWA | 28 Mei 2020 10:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, mengingatkan rencana penerapan new normal atau hidup baru di tengah pandemi Covid-19 harus benar-benar disosialisasikan dengan baik. Baik di lingkungan masyarakat, lingkungan tempat tinggal hingga keluarga inti.

"Jangan sampai protokol kesehatan itu hanya dipahami petugas, tetapi tidak dipahami warga. Para kepala daerah dari empat provinsi dan 25 kabupaten kota itu harus segera mengambil inisiatif mensosialisasikan protokol kesehatan tersebut. Libatkan dan kerahkan para camat, lurah hingga pengurus RT/RW atau kepala desa," kata pria yang akrab disapa Bamsoet, Kamis (28/5).

"Target sosialisasi harus menjangkau seluruh keluarga, sehingga setiap individu paham dan mempraktikkan protokol kesehatan itu, baik di ruang publik, tempat-tempat ibadah maupun di tempat kerja," sambungnya.

Menurut dia, para kepala daerah harus memastikan semua ketentuan protokol kesehatan itu diterima dan dipahami dengan benar oleh masyarakat. Mulai dari terkait mobilitas masyarakat, pergerakan warga di pusat belanja, pasar tradisional, tempat wisata hingga di tempat kerja atau perkantoran dan sentra-sentra kegiatan industri.

"Dan harus segera ditambah lagi, pelonggaran rumah-rumah ibadah," tegas Bamsoet.

Dia mengingatkan bahwa new normal dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat bertujuan memulihkan secara bertahap semua aspek kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat bisa kembali produktif termasuk saat menjalankan ibadah keagamaan.

Kendati penerapan protokol kesehatan new normal akan didukung TNI dan Polri, para kepala daerah tetap harus pro aktif memastikan new normal berjalan dengan baik dan mencapai target. Tolok ukur keberhasilan kebijakan ini adalah menurunnya jumlah pasien Covid-19.

"Jangan sampai new normal justru menjadi penyebab gelombang kedua penularan Covid-19. Dan jangan sampai penerapan new normal yang terlalu kaku menimbulkan kegaduhan dalam penerapannya di lapangan," ujar Bamsoet.

Untuk itu, tambah dia, pengawasan dalam penegakan disiplin protokol new normal harus humanis.

"Petugas harus humanis dan tetap mengedepankan tindakan persuasi dan edukasi," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Kasus Corona Masih Tinggi, Kenormalan Baru Dinilai Belum Saatnya Diberlakukan
Warga yang Ingin ke Manado Diwajibkan Penuhi 3 Syarat
Status Tanggap Darurat Covid-19 di Yogya Diperpanjang Sampai 30 Juni
Pemkot Yogyakarta Segera Rampungkan Protokol Baru Terkait Aktivitas di Tengah Pandemi
Ratusan Personel Gabungan Cek Persiapan New Normal di Kalsel
Kementerian ESDM Siap Terapkan Protokol Kesehatan Sambut Kenormalan Baru

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5