Bandara Ngurah Rai normal, penerbangan ke Australia masih tertahan

PERISTIWA | 9 Agustus 2015 20:24 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali sudah menunjukkan aktivitas setelah sempat ditutup selama empat setengah jam pada Sabtu pagi (8/8) kemarin. Namun, sejumlah maskapai tujuan Australia masih memutuskan untuk tidak terbang hingga Minggu (9/8) petang.

Ketentuan untuk tidak memberangkatkan penumpang tujuan Denpasar-Australia ini dilakukan oleh pihak maskapai penerbangan asing terutama Jetstar dan Virgin Air. Hal itu karena masih pekatnya awan di atas wilayah tenggara menuju Australia akibat debu Gunung Raung.

Akibatnya ratusan penumpang khususnya warga negara asing, tertahan di Bandara Ngurah Rai sejak semalam dan malam ini. Mereka batal terbang bukan karena pihak bandara memberlakukan penutupan tetapi akibat efek abu Gunung Raung hingga Maskapai penerbangannya asing memilih membatalkan penerbangan.

"Kabarnya di wilayah menuju Australia tertutup awan pekat efek gunung Raung," ungkap salah seorang petugas di Bandara Ngurah Rai, Minggu (9/8) di Denpasar Bali.

Sumber ini juga menyebutkan, bahwa pembatalan penerbangan terjadi sejak Sabtu malam (8/8). Dari masing-masing maskapai terpaksa mengantarkan para penumpang untuk menginap di hotel terdekat di wilayah bandara.

CO GM Angkasa Pura I Ngurah Rai, I GST Ngurah Putu Arditha membenarkan hal ini. Untuk mengantisipasi keluhan dari para wisatawan asing, ini. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan maskapai masing-masing untuk menyediakan pelayanan penginapan. "Kami bantu penyediaan bus untuk mengantar penumpang ke hotel terdekat," akunya di Bandara Ngurah Rai.

Hal serupa juga dibenarkan salah satu hotel di wilayah Tuban. Bahwa sejak semalam kamar sudah penuh dipesan wisatawan yang batal terbang. "Syukurnya kami ada tersedia untuk fasilitas kamar dalam menampung sejumlah wisatawan yang batal pulang ke negaranya," kata I Made Ramia, GM Hotel Sovereign Bali di Tuban.

Kata Ramia, sudah sejak semalam silih berganti berdatangan tamu menginap dari bandara. Bahkan untuk layanan ini lebih dari 100 kamar dipesan. "Bisa dikatakan ada 300 wisatawan yang menginap di hotel kami. Jumlah tersebut dari wisatawan yang terganjal di Bandara karena batal terbang," papar Ramia.

Baca juga:

Pergerakan abu Raung berstatus aman, Ngurah Rai kembali dibuka

Bandara Ngurai Rai kembali ditutup hingga pukul 12.00 Wita

Ngurah Rai ditutup, hotel dekat bandara ketiban berkah

Kegelisahan penumpang di Ngurah Rai batal terbang karena abu Raung

Dianggap aman dari abu Raung, Bandara Ngurah Rai dibuka kembali

Tutup 6 jam, 228 penerbangan batal berangkat dari Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai kembali ditutup, 20 pesawat batal terbang

(mdk/bal)