Bangkai Babi Terjangkit Hog Cholera Dibuang ke Sungai, Warga Takut Makan Ikan

PERISTIWA | 12 November 2019 13:10 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Banyaknya bangkai babi yang dibuang ke sungai dan sampai ke Medan, mulai berdampak sosial. Sebagian warga Kota Medan mengaku khawatir memakan ikan dari sungai dan laut sekitarnya.

Kondisi ini diperparah dengan maraknya informasi di media sosial yang mengajak warga untuk sementara tidak mengonsumsi ikan.

Fakta banyaknya bangkai babi yang dibuang ke sungai ditambah pesan berantai itu cukup memengaruhi masyarakat. Santi (33), warga Marelan, mengaku mulai khawatir makan ikan.

"Kemarin warga kampung pun bilang, katanya banyak bangkai babi di Danau Siombak. Bangkainya ada yang ke laut juga. Agak takut jadinya makan ikan," ucap Santi, Selasa (12/11).

Nuraini (47), warga Jalan Platina VII, Medan Deli, juga mengaku khawatir makan ikan. "Kami pilih makan ikan lele, gurami dan nila, kan peliharaan. Kalau yang dari laut kami takut makannya," ucapnya.

Aminur, warga lainnya, mengaku tidak terpengaruh. Dia dan keluarganya masih makan ikan sebagai lauk-pauk sehari-hari. "Enggak ngaruh kami tetap makan ikan juga," ungkapnya.

Begitupun, seperti juga Santi dan Nuraini, Aminur juga mengecam tindakan orang yang membuang bangkai babi ke sungai. Mereka berharap polisi segera bertindak.

1 dari 1 halaman

Babi Mati Berasal dari 11 Daerah di Sumut

Ribuan bangkai babi mengambang di Sungai Bedera dan Danau Siombak, Medan Marelan, sejak lebih dari sepekan lalu. Bangkai serupa juga ditemukan di sungai-sungai lain.

Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut menduga kuat bangkai-bangkai babi itu terjangkit virus hog cholera, yang kemudian sengaja dibuang warga di hulu sungai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap, mengatakan, babi yang mati akibat hog cholera ditemukan di 11 kabupaten/kota di Sumut, yakni Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir. Babi yang terdata mati akibat hog cholera di Sumut sudah mencapai 5.800 ekor. Jika penyakit ini menyebar lebih luas, virus itu pun berpotensi menginfeksi 1,2 juta ekor babi yang ada di Sumut. (mdk/cob)

Baca juga:
5.800 Babi di Sumut Mati, Virus Hog Cholera Berpotensi Makin Menyebar
Pemkot Medan Kesulitan Atasi Kiriman Bangkai Babi, Penguburan Massal Terkendala
Plt Wali Kota Medan Bentuk Timsus Tangani Bangkai Babi Dibuang di Sungai
Pemprov Sumut Siapkan Pergub Larangan Buang Bangkai ke Sungai
4.682 Babi di Sumut Mati Karena Terjangkit Virus Hog Cholera
Ratusan Bangkai Babi yang Dibuang ke Sungai di Medan Diduga Terjangkit Hog Cholera