Banjir Bandang di Pelosok Kampar, 450 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Banjir Bandang di Pelosok Kampar, 450 Jiwa Terpaksa Mengungsi
Lokasi banjir bandang di Desa Ludai, Kampar. 450 Jiwa Terpaksa Mengungsi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 3 September 2021 21:31 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Banjir bandang terjadi di Desa Ludai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, awal pekan ini. Sebanyak 450 jiwa penduduk di wilayah pelosok itu terpaksa mengungsi karena terdampak bencana tersebut.

Selain 450 jiwa terdampak, banjir juga menenggelamkan 20 unit rumah dan satu unit sekolah. "Satu bangunan musala dan sejumlah fasilitas umum rusak akibat diterjang banjir berlumpur itu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujar Kepala Pusat Pengendalian Informasi dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Adi Chandra, Jumat (3/9).

Korban banjir bandang di Ludai saat ini sangat membutuhkan bantuan, terutama bahan pangan. Dia mengatakan, bantuan itu menjadi kebutuhan penting karena Ludai merupakan sebuah desa yang terletak jauh di hulu Sungai Subayang.

Jalur sungai menjadi satu-satunya akses yang bisa ditempuh. Untuk mencapai desa itu harus menyusuri Sungai Kampar lebih dari tiga jam dari Desa terdekat, Gema.

PT Perkebunan Nusantara V dan BPBD Kampar menyalurkan ratusan paket sembako kepada korban banjir. "Saat ini masyarakat di sana sangat membutuhkan bantuan, di antaranya bahan pokok," kata Adi

Adi mengatakan PTPN V merupakan korporasi pertama yang mengulurkan tangan untuk membantu masyarakat Ludai. Bantuan sembako dalam bentuk beras, gula, minyak makan dan mi instan disalurkan PTPN V ke BPBD Kampar dan akan segera didistribusikan ke masyarakat Desa Ludai.

Desa Ludai sendiri merupakan Desa tertua di Kabupaten Kampar. Terdapat 450 jiwa dengan 135 KK yang hidup di Desa tersebut. Sebagian besar mereka menyadap karet dengan upah sangat minim.

Topografi desa itu dikelilingi perbukitan dan hutan. Akses yang jauh dari ibu kota dengan jalur air sebagai satu-satunya sarana transportasi, serta listrik yang hanya menyala dari pukul 6 sore hingga 10 malam menjadi tantangan tersendiri untuk menyalurkan bantuan.

"Akses ke sana cukup sulit. Harus menyusuri sungai dengan sampan selama lebih kurang tiga hingga tiga setengah jam. Blank spot. Tidak ada signal. Tapi bagaimanapun bantuan ini akan segera kita kirimkan," kata Adi.

Menurut Adi, Pemkab Kampar dan BPBD telah meninjau lokasi banjir. Walau banjir saat ini telah surut, tapi bencana yang rutin datang saat musim penghujan tiba itu, harus terus diwaspadai.

"Kita imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kampar segera memasuki periode musim hujan mulai September ini," jelasnya.

Dia juga mengimbau agar warga menyiapkan diri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam beberapa bulan ke depan. "Kami berharap tahun ini kita tidak mengalami banjir, namun semua harus tetap waspada," imbuhnya.

Sementara itu Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa berharap bantuan yang mereka berikan dapat meringankan beban masyarakat Desa Ludai yang menjadi korban banjir bandang. "Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah berjuang memulihkan keadaan pascabanjir di Desa Ludai," katanya.

Jatmiko yang juga Ketua GAPKI Provinsi Riau mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk kehadiran PTPN V sebagai perusahaan milik negara di tengah masyarakat. Mewakili seluruh karyawan PTPN V, dia turut mendoakan agar bencana yang dihadapi masyarakat dapat segera teratasi dan kehidupan warga desa kembali normal. "Kami seluruh keluarga besar PTPN V turut mendoakan agar kehidupan masyarakat kembali normal," ujarnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Ceria Bocah New York Main di Tengah Banjir
Banjir Bandang Landa Pusat Kota New York
DPR Minta Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang Cegah Banjir Bandang
Yang Tersisa dari Terjangan Banjir Bandang di Venezuela
Kondisi Mobil-Mobil Tersapu Banjir Bandang di AS
Peringatan BMKG: Riau, Sumbar, Jambi Berpotensi Hujat Lebat dan Banjir Bandang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami