Banjir Bandang di Tuban, Satu Warga Meninggal Dunia

Banjir Bandang di Tuban, Satu Warga Meninggal Dunia
banjir. Merdeka.com / Dwi Narwoko
NEWS | 11 Maret 2022 10:04 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Satu orang warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meninggal dunia saat banjir bandang melanda enam desa di Kabupaten Tuban pada Kamis (10/3).

"Atas peristiwa itu, seorang warga dilaporkan meninggal dunia," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (11/3).

Dia menyampaikan, dari hasil kaji cepat sementara oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, enam desa yang terdampak meliputi Desa Temayang, Desa Padasan, Desa Karanglo, Desa Jorojero, Desa Margomulyo dan Desa Wolutengah di Kecamatan Kerek.

Berdasarkan laporan visual, arus banjir terpantau cukup deras melintasi permukiman warga. Sebuah mobil mini bus terseret arus banjir hingga masuk ke sungai. Tim gabungan telah mengevakuasi bangkai mobil tersebut menggunakan alat seadanya.

Banjir bandang yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi itu juga menyebabkan satu tanggul jebol. Sementara itu, jumlah kerugian lain yang ditimbulkan atas peristiwa itu masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

BPBD Kabupaten Tuban bersama instansi terkait, relawan dan masyarakat terus melakukan kaji cepat, evakuasi serta penyelamatan warga terdampak. Bantuan logistik dan peralatan juga telah diberikan kepada warga terdampak oleh tim BPBD Kabupaten Tuban.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyebut bahwa hujan ringan hingga sedang dan yang dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Tuban hingga Sabtu (12/3).

"Menyikapi hal tersebut, maka BNPB mengimbau kepada seluruh unsur pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca," imbaunya.

Upaya seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan agar dilakukan secara berkala.

Guna antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana susulan, masyarakat di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi sementara jika terjadi hujan menerus dengan intensitas tinggi selama lebih dari satu jam. Perhatikan kondisi debit sungai dan hindari lereng curam yang minim vegetasi. (mdk/fik)

Baca juga:
Banjir di Aceh Utara Berdampak pada 2.242 Jiwa
Sri Mulyani Usul Pemda Demak Atasi Banjir Rob Pantura dengan Utang
Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Utara Akibat Sungai Meluap
Sungai Deli Meluap, 89 Rumah Warga di Medan Terendam Banjir
Delapan Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang di Banggai Sulawesi Tengah
Jalur Cipanas-Puncak Banjir, Lalu Lintas Macet dan Banyak Kendaraan Mogok

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami