Banjir Bandang Terjang Desa di Perbatasan Bondowoso-Banyuwangi

PERISTIWA » MALANG | 29 Januari 2020 18:44 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Banjir bandang melanda Kecamatan Ijen (dulu bernama Sempolan), Bondowoso, Jawa Timur, sejak Rabu (29/01) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Video tentang banjir bandang tersebut, menyebar melalui berbagai media sosial. Dalam video tersebut, disebutkan, banjir melanda kecamatan Ijen yang merupakan daerah dataran tinggi di Bondowoso yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi.

Dari video yang diterima Merdeka.com, akibat banjir bandang, banyak warga yang panik untuk menyelamatkan diri. Sebab peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.

"Benar ada banjir bandang. Diperkirakan dari Gunung Suket dan Jampit," ujar Sekretaris Kecamatan Ijen, Saudia Yordan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Pencegahan terhadap banjir bandang tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu melalui pembuatan saluran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. "Tetapi tetap saja tidak mampu menampung luberan air banjir bandang. Tetapi sekarang (sore, sekitar pukul 15:00 WIB) sudah agak berkurang," ujar Saudia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko yang menyebut, banjir lumpur telah surut signifikan sejak sekitar pukul 15.30 WIB.

"Sejauh ini baru Desa pesanggrahan, Kecamatan Ijen yang di laporkan tergenang. Diperkirakan banjir bandang atau lumpur berasal dari Gunung Suket," ujar Kukuh.

Di desa tersebut sebenarnya tidak ada sungai yang mengalir. "Jadi ini bukan luapan air, tetapi murni banjir bandang dari Gunung Suket," lanjut Kukuh.

Penyebab terjadi banjir bandang menurut Kukuh, adalah imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda pepohonan di Gunung Suket. Akibatnya, hujan deras yang turun ke gunung, tidak lagi mampu tertahan oleh akar pohon. Derasnya debit air kemudian turun ke lereng gunung, yakni Desa Pesanggrahan, dengan membawa lumpur.

"Di sana memang sejak beberapa hari terakhir turun hujan deras sekali," papar Kukuh.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa ataupun luka berat. Penduduk yang rumahnya tergenang lumpur, masih diungsikan ke tempat aman, sembari menunggu pembersihan dan situasi kondusif.

Banjir, menurut Kukuh pernah melanda daerah tersebut pada tahun 2014. "Setelah itu di bangun aliran air untuk antisipasi banjir bandang. Lokasinya di timur kantor kecamatan," jelas Kukuh.

Situasi saat ini, banjir bandang tidak mampu tertampung, karena aliran air dan lumpur melewati sisi barat kecamatan. "Sehingga tidak masuk ke saluran yang ada. Langsung menerjang ke sebelah timur jalan," pungkas Kukuh. (mdk/bal)

Baca juga:
700 KK Harus Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Tapanuli Tengah
Banjir Bandang di Tapanuli Tengah, 3 Warga Meninggal Dunia
6 Sekolah, 3.744 Rumah dan 20 Tempat Ibadah di Bandung Terendam Banjir
Ratusan Rumah di Bandung Terendam Banjir
Jembatan Darurat Penghubung Desa yang Terisolir di Sukajaya Bogor
Banjir Bandang di Malang Seret Lima Sepeda Motor

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.