Banjir dan Tanah Longsor Melanda Sejumlah Desa di Banda Aceh

Banjir dan Tanah Longsor Melanda Sejumlah Desa di Banda Aceh
PERISTIWA | 9 Mei 2020 06:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan sejumlah banjir di beberapa wilayah di Aceh sejak Jumat (8/5) pagi. Bencana itu terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan laporan yang pertama, sebanyak 14 desa di 7 kecamatan, Kota Banda Aceh masih terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 50-130 sentimeter.

"Adapun rincian cakupan wilayah banjir yang terjadi di Kota Banda Aceh meliputi Desa Lampaseh, Desa Merduati, Desa Pelanggahan di Kecamatan Kuta Raja dengan TMA hingga 130 sentimeter. Informasi sementara beberapa masyarakat Desa Pelanggahan sudah mengungsi ke masjid," papar Jati melalui keterangan tertulisnya, Jumat malam (8/5).

Jati melanjutkan Desa Blang Oi dan Desa Dayan Baru di Kecamatan Meuraksa juga terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 50 sentimeter.

"Selanjutnya tiga desa di Kecamatan Baiturrahman meliputi Desa Neusu Jaya dengan TMA 100 sentimeter, Desa Peuniti TMA 120 sentimeter dan Desa Suka Ramai dengan TMA 50 sentimeter," ungkap Jati.

"Ada pula di Kecamatan Lueng Bata yang terdampak yakni di Desa Batoh. Dua desa di Kecamatan Syiah Kuala yakni Desa Prada dan Desa Alue Naga dengan TMA 50 sentimeter," imbuhnya.

Dia menuturkan dua Desa di Kecamatan Kuta Alam meliputi Desa Kampung Laksana dan Desa Kampung Kramat juga masih terendam air dengan TMA 100 sentimeter. Kemudian Kecamatan Jaya Baru yang terdampak banjir adalah Desa Punge Blang Cut dengan TMA 50 sentimeter.

"Dari Kota Banda Aceh, laporan juga diterima dari Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak enam desa di empat kecamatan, Kabupaten Aceh Besar terdampak tiga jenis bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang," katanya.

Adapun rincian wilayah yang terdampak banjir, meliputi Desa Lampasi Engking, Desa Villa Buana, Desa Ajun Ayahda di Kecamatan Peukan Bada dan Desa Garut di Kecamatan Darul Imarah.

1 dari 1 halaman

Wilayah yang terdampak angin kencang adalah Desa Gunung Kulu di Kecamatan Lhoong. Dalam kejadian tersebut dilaporkan beberapa pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.

Sementara bencana longsor terjadi di Desa Gunung Paro Kecamatan Lhoong. Laporan bencana di wilayah Provinsi Aceh selanjutnya adalah dari Kabupaten Aceh Jaya.

Menurut dia, sedikitnya 65 KK atau 248 jiwa di Desa Alue Gro Kecamatan Sampoiniet di Kabupaten Aceh Jaya terpaksa harus mengungsi ke Balai Desa dan Meunasah setempat setelah banjir merendam permukiman mereka sejak Jumat (8/5) dini hari.

"Berdasarkan informasi yang diterima sementara dari tiga kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut belum ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal dunia ataupun luka-luka," kata dia.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Personil Damkar terus melakukan pemantauan dan tinjau lokasi serta pengecekan debit air di titik-titik banjir dan mendata kerugian serta korban yang terdampak untuk memastikan bahwa tidak ada korban dalam kejadian tersebut dan turut dibantu masyarakat, TNI, Polri, Tagana, RAPI, Satgas SAR Aceh Jaya, PMI serta relawan lainnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Dampak Banjir Cilegon, 33 Gardu Distribusi Listrik Belum Bisa Dioperasikan
Jalan Tol Tangerang-Merak Terendam Banjir, Lalu Lintas Tersendat
Banjir Bandang Tutup Akses Jalan Pintu Tol Cilegon Barat
Banjir dan Longsor Rusak Ratusan Rumah di Bandung
Puluhan Makam di TPU Cikutra Bandung Hilang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami