Banjir di Pasar Kemis Tangerang Belum Surut, Warga Bertahan di Posko Pengungsian

Banjir di Pasar Kemis Tangerang Belum Surut, Warga Bertahan di Posko Pengungsian
Banjir di Villa Tomang. ©2021 Merdeka.com/Kirom
PERISTIWA | 21 Februari 2021 20:13 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Warga di Perumahan Villa Tomang Baru RT 04/RW 14, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, masih bertahan di posko pengungsian yang disiapkan warga secara swadaya. Saat ini, ketinggian air di wilayah permukiman itu antara 1,2 hingga 1,5 meter.

Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa 40 kepala keluarga masih mengungsi di posko pengungsian di Gedung Serba Guna RW 14 perumahan tersebut.

"Air bukannya surut malah makin tinggi. Makanya, warga belum ada yang berani balik ke rumah, semua masih tetap di posko pengungsian," kata ketua RT 04/14, Nanang di Perumahan Villa Tomang, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/2).

Menurut dia, meski hujan sudah tidak lagi mengguyur wilayah perumahan itu, belum surutnya air di area tersebut lantaran bertambahnya volumen air, sebab buangan air dari wilayah Total Persada, Priuk, Kota Tangerang. Ditambah pula tanggul yang jebol, lantaran tidak mampu menahan beban air.

"Bertambahnya air itu karena luapan Kali Cirarab, dan buangan air banjir dari pompa yang ada di Total Persada sama Mutiara Pluit, serta adanya tanggul yang jebol," ucap Nanang.

Untuk itu, dia dan warga korban banjir yang ada di Villa Tomang, berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang, serius melakukan upaya pekerjaan penyedotan air yang membanjiri permukiman mereka.

"Kita minta perhatiannya dari Pemerintah untuk segera kirim pompa air, karena kalau tidak dengan cara itu, air lama surutnya. Karena di Kota Tangerang, juga membuang air pompanya ke wilayah kita. Lalu, kita juga minta adanya dapur umum, sejauh ini kita semua swadaya," jelas Nanang.

Tak ubahnya wilayah Villa Tomang, Pasar Kemis, banjir di wilayah kecamatan Periuk, Kota Tangerang, juga tak mau surut. Bahkan titik banjir di depan Situ Bulakan mencapai 3 meter hingga menenggelamkan rumah warga.

"Yang paling parah sekarang ada di wilayah barat, kecamatan Periuk. Perumahan Total Persada, Garden City, dan Alamanda masih tinggi" kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang.

Dia mengaku, saat ini jajarannya telah bekerjasama dengan Pemkab Tangerang, untuk membuka Pintu Air Sarakan. Karena saat ini hanya 6 pintu yang dioperasikan, sementara ketiggian air di pintu air Sarakan meningkat sekitar 10 cm.

"Kita cek sampai ke Sarakan, diandingkan kemarin ada kenaikan 10 cm. Tadi saya sudah tugasin Dinas PU berkoordinasi dengan Kabupaten, supaya dibuka," ungkap Arief.

Menurutnya, sampai saat ini tersisa 5 wilayah kecamatan di Kota Tangerang, yang terendam banjir. Yaitu Kecamatan Ciledug, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Pinang, Kecamatan Cipondoh, dan yang paling parah Kecamatan Periuk.

"Dari 10 kecamatan yang masih tergenang ada masih ada 5 kecamatan lagi," ujar Arief.

Dia juga meminta warganya yang tidak terkena musibah, untuk tetap berada di rumah. Warga kata Arief juga tidak menjadikannya banjir sebagai tontonan untuk menghindari penyebaran virus Corona. (mdk/gil)

Baca juga:
Gubernur Minta Warga Banten Terdampak Banjir Tetap Waspada
Banjir di Tol Jakarta-Tangerang, Petugas Tutup Jalur Simpang Susun Bitung
290 Gardu Distribusi dan 24.338 Pelanggan PLN Terdampak Banjir di Tangerang
Banjir, Jalan Tol Bitung Tangerang Ditutup
Ribuan Korban Banjir di Kota Tangerang Mengungsi
Banjir Merata di Tangerang Akibat Kali Angke Meluap

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami