Banjir Kalsel, 1.492 Warga Tapin Mengungsi

Banjir Kalsel, 1.492 Warga Tapin Mengungsi
PERISTIWA | 14 Januari 2021 18:04 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Sebanyak 1.492 warga Tapin, Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kalimantan Selatan mengungsi akibat banjir yang mengepung kawasan tersebut.

"Pengungsi sudah ada 250 orang lebih, dan saat ini tahap evakuasi masih terus berlanjut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin, Said Abdul Nasir, Kamis (14/1) di Tapin.

Mereka dievakuasi ke Musala Faturrahman dan rumah warga setempat yang diperkirakan masih aman dari banjir.

"Saat ini, ketinggian air berkisar 150 cm, dan belum ada laporan korban jiwa," kata Said Abdul Nasir.

Sementara itu Kapolres Tapin, AKBP Pipit Subiyanto mengatakan tim gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah dan sukarelawan fokus untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

"Tim gabungan tengah melakukan pendataan korban terdampak banjir, mengevakuasi korban, mendirikan dapur umum, membagikan makanan dan pakaian serta menyediakan tempat pengungsian," katanya.

"Debit air sedikit turun, semoga tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi," tambah Kasi Intel Kodim 1010 Rantau, Kapten (Inf) Waloyo. Seperti diberitakan Antara.

Jalur Utama Lintas Kabupaten di Tanah Laut Terputus

Sebelumnya, Jalan utama lintas kabupaten di Tanah Laut, Kalimantan Selatan terputus akibat banjir yang terus meninggi pada Kamis siang.

"Bagi pengguna jalan dari arah Banjarmasin atau Banjarbaru menuju Pelaihari kami imbau untuk tidak melintas dulu karena tingginya debit air," kata Kasat Lantas Polres Tanah Laut, Polda Kalsel AKP M Taufiq Qurahman SIK.

Air dengan ketinggian mencapai satu meter menggenangi Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati yang merupakan titik perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Sedangkan Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang menuju arah Pelaihari, banjir juga semakin tinggi sehingga arus lalu lintas lumpuh total. Termasuk di Kelurahan Angsau di Kecamatan Pelaihari juga terjadi genangan air di jalan raya.

Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas di jalur alternatif, anggota Satlantas Polres Tanah Laut juga fokus membantu proses evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

Diakui Taufiq, sampai hari ini masih ada sejumlah warga yang masih bertahan di rumahnya meski sejak beberapa hari lalu sudah diimbau untuk mengungsi ke tempat lebih aman.

"Banyak rumah warga yang sudah hampir tenggelam, jadi sangat berbahaya jika tetap masih bertahan," jelasnya.

Apalagi saat ini hujan terus saja mengguyur wilayah tersebut sehingga debit air semakin meninggi dan dipastikan tidak akan surut dalam waktu dekat.

"Polres Tanah Laut bersama tim SAR gabungan sudah mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian. Kami juga menyalurkan bantuan sembako dari rumah ke rumah untuk warga terdampak banjir," timpal Taufiq. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jalan Nasional di Kalimantan Selatan Putus Diterjang Banjir
Terjebak Banjir, Dua Pemancing Harus Dievakuasi dari Sungai Progo
10 RT di Jakarta Terendam Banjir Hari Ini
Debit Air Sungai di Jateng Mengganas, Sejumlah Tempat Merasakan Dampak Ini
Satu Keluarga Terjebak Banjir di Lokasi Wisata Serdang Bedagai, Begini Kronologinya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami