Banjir Landa Tebing Tinggi dan Langkat, Ribuan Rumah Terendam

PERISTIWA | 16 Desember 2019 17:08 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Cuaca ekstrem terjadi di wilayah Sumatera Utara. Curah hujan yang tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Seperti Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Langkat. Banjir terparah terjadi di Kota Tebing Tinggi, sejak Minggu (15/12) malam.

Banjir terjadi menyusul luapan Sungai Padang dan Sungai Sibaro itu telah merendam kawasan di Kecamatan Tebing Tinggi, Bajenis dan Padang Hilir. Genangan air mencapai 90 Cm. BPBD Tebing Tinggi menyatakan lebih dari 2.350 KK atau 11.361 jiwa yang menjadi korban banjir ini.

"Sebagian warga sudah mengungsi ke kawasan yang lebih tinggi dan sebagian tetap bertahan. Tidak ada korban jiwa. Situasi aman dan baik," ujar Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, Senin (16/12)

Tingginya curah hujan juga diikuti tanah longsor di Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Material longsor menutupi jalan hingga 15 meter.

"Personel kepolisian bersama dengan masyarakat, melaksanakan gotong royong, membersihkan tanah longsor di badan jalan itu," jelas Sunadi.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, banjir dan longsor di Tebing Tinggi ini juga mengganggu perjalanan kereta api. Sejumlah keberangkatan terpaksa dibatalkan. Banjir dan longsor juga terjadi di wilayah Kabupaten Langkat. Bencana ini juga terjadi menyusul hujan deras sejak Minggu (15/12) pukul 17.00 hingga 02.30 WIB.

"Banjir terjadi di Pekan Kuala, Kecamatan Kuala pada Senin (16/12) pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Ketinggian air mencapai 150 Cm. Banjir juga terjadi di Desa Gunung Tinggi dan Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit," kata Kepala BPBD Langkat, Irwan Syahri.

Ratusan rumah, sejumlah sekolah, masjid, puskesmas, pasar, dan perkantoran terendam. Bahkan ada pagar gedung SMP negeri yang roboh. "Kondisi air pukul 03.00 WIB sudah surut dan normal. Warga melakukan pembersihan rumah terdampak banjir," sebut Irwan.

Sementara longsor terjadi di tanggul Sungai Bekulap sepanjang 30 meter di Dusun ll Suka Berbakti Desa Suka Pulung dengan panjang 30 meter. "Tim BPBD Langkat sudah berkoordinasi untuk tindakan selanjutnya," terang dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Antisipasi Banjir, Turap Kali Ancol Ditinggikan
Banjir di Riau Telan Korban Jiwa 2 Balita, Gubernur Kerahkan Tim BPBD
Dua Korban Meninggal Dunia Saat Banjir Lumpur Menerjang Kabupaten Sigi
Diguyur Hujan Deras, Lebanon Terendam Banjir
Percepat Hilangkan Genangan, Jakarta Butuh 1,8 Juta Sumur Resapan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.