Banjir Meluas, Ribuan Rumah di Samarinda Terendam

PERISTIWA | 14 Januari 2020 15:54 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Ribuan rumah di 4 kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur, terendam banjir hingga 1 meter. Ketinggian air terus merangkak naik. Warga menilai, banjir besar Juni 2019 yang melumpuhkan kegiatan ekonomi sebagian Samarinda, kembali terulang.

Banjir lebih dulu merendam permukiman di kelurahan Sempaja Timur di Samarinda Utara, dan Gunung Lingai di kecamatan Sungai Pinang, sejak Senin (13/1) kemarin. Kawasan itu menjadi yang terparah, menyusul luapan DAS Karang Mumus, akibat debit tinggi muka air (TMA) Benanga sempat menyentuh di level 92 cm.

Pagi tadi, Samarinda kembali diguyur hujan deras mulai pukul 08.30 Wita. Permukiman di 2 kecamatan itu semakin calap hingga 1 meter. Imbas hujan deras, juga mengakibatkan banjir di banyak kawasan lainnya. Praktis, aktivitas warga pun terhenti lantaran banjir.

Siang ini tadi, banjir juga merendam permukiman di kelurahan Temindung Permai, kecamatan Sungai Pinang, yang berada di DAS Karang Mumus. Petugas kelurahan bergerak cepat. Diperoleh data sementara, 1.066 rumah terendam banjir.

"Terdampak banjir 1.248 KK atau sekitar 2.727 jiwa," kata Lurah Temindung Permai Fathan Ibrahim Malik, Selasa (14/1).

1 dari 2 halaman

Sementara, BPBD Provinsi Kalimantan Timur melansir data sementara. Tercatat 3.782 jiwa jadi korban banjir sampai siang ini. Jumlah tersebut belum termasuk banjir yang merendam permukiman di kecamatan Samarinda Seberang, kecamatan Samarinda Ilir, dan kecamatan Samarinda Ulu, yang juga berada di DAS Karang Mumus.

Polri, TNI, Basarnas, relawan, bergerak semaksimal mungkin untuk mengevakuasi korban banjir. Baik itu menggunakan perahu, maupun truk. Bahkan, hujan deras sekitar 5 jam tidak hanya mengakibatkan banjir, namun juga tanah longsor.

"Kami mencatat, ada 8 titik longsor akibat hujan deras ini tadi. Semua relawan dikerahkan, membantu korban banjir dan longsor," kata Koordinator Relawan Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto.

2 dari 2 halaman

Banjir juga mulai merendam akses kawasan bisnis di Jalan Ahmad Yani I dan Jalan Ahmad Yani II. Kegiatan pertokoan, nyaris lumpuh. Sebab, air terus bergerak naik. Menilik pengalaman banjir besar Juni 2019 lalu, aktivitas ekonomi di kawasan itu tutup total selama hampir 2 pekan.

"Lama-lama Samarinda ini bisa tenggelam. Air kok cepat sekali naik, ditambah Sungai Karang Mumus benar-benar meluap. Banjir sekarang ini, hampir sama dengan Juni 2019," kata Amin (40), warga Gunung Lingai.

Untuk diketahui, banjir di 3 kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang dan Samarinda Ulu, merendam ribuan rumah warga di bulan Juni 2019 lalu. Tercatat, korban terdampak banjir 56 ribu jiwa, dan memaksa Pemkot menetapkan masa tanggap darurat 2 pekan. Banjir hingga 1,5 meter saat itu, melumpuhkan sebagian besar aktivitas ekonomi Samarinda.

Banjir kembali terulang di bulan Desember 2019. Tidak kurang 500 rumah terendam hingga 1 meter. Kedua banjir di tahun 2019 itu, disebabkan luapan DAS Karang Mumus, menyusul peningkatan debit Bendungan Benanga. (mdk/cob)

Baca juga:
Waspada Banjir Besar Samarinda Bisa Terulang
Banjir Akibat Hujan 7 Jam di Samarinda, Penumpang Pesawat Diangkut Truk ke Bandara
Usai Banjir, Sungai Karang Mumus Samarinda Dikeruk
Diterjang Banjir 2 Pekan, Pemkot Samarinda Bakal Relokasi 328 Rumah di Bantaran SKM
Masa Tanggap Darurat Banjir di Samarinda Diperpanjang 3 Hari
Hampir 2 Pekan, Banjir di Samarinda Tidak Kunjung Surut

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.