Banjir Samarinda Telan Korban Jiwa Tiga Orang

Banjir Samarinda Telan Korban Jiwa Tiga Orang
PERISTIWA | 26 Mei 2020 20:52 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Ancau, bocah laki-laki usia 10 tahun di Samarinda, meninggal dunia usai tenggelam saat bermain di kawasan banjir di Betapus, Samarinda Utara, sore tadi. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka, kawasan Bengkuring.

Keterangan dihimpun merdeka.com, korban yang tinggal di rumah keluarganya di kawasan Lempake, diketahui pergi bermain di kawasan banjir di Betapus, sekira pukul 16.30 WITA.

Saat asik bermain, korban diketahui tidak terlihat lagi di tengah banjir. Kabar itu, akhirnya sampai ke relawan kebencanaan yang ada di Lempake.

"Setelah dicari, korban ditemukan sekitar jam 6 sore. Dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong," kata petugas Pusdalops BPBD Kalimantan Timur, Muriono, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (26/5).

Muriono menerangkan, korban disemayamkan di rumah duka malam ini di kawasan Bengkuring. "Kami sudah ingatkan, warga tidak bermain di kawasan banjir. Karena kawasan banjir bukan tempat wisata," tegas Muriono.

Pusdalops mencatat, meninggalnya bocah Ancau, merupakan korban meninggal ketiga akibat banjir di Samarinda, sejak Jumat (22/5) lalu. Kejadian pertama, Senin (25/5), usai dievakuasi dari kawasan banjir di Gunung Lingai. Kedua adalah warga yang tersengat listrik di Jalan KH Hasan Basri saat hendak menghidupkan mesin genset.

1 dari 1 halaman

Wisata Banjir di Tengah Pandemi

Warga Samarinda, Kalimantan Timur, dua hari ini ramai-ramai menjadikan kawasan banjir sebagai tempat wisata air. Padahal, saat ini masih masa pandemi Covid-19.

Pantauan merdeka.com di kawasan banjir simpang empat pusat belanja Mall Lembuswana sore ini misalnya. Anak-anak dan orang dewasa ramai menjadikan kawasan banjir untuk berwisata air.

Anak-anak bermain air, didampingi orangtua dan keluarganya. Bahkan, mereka membawa ban untuk berenang di tengah jalan yang terendam banjir.

"Main air di sini saja, mumpung anak-anak lagi libur," kata Asmi (38), warga Jalan Ir H Juanda, ditemui merdeka.com, Selasa (26/5) sore.

Warga mengenakan masker bisa dihitung dengan jari. Dengan leluasa, mereka tetap bermain air. Baik anak-anak, maupun remaja.

"Khawatir Corona sih iya. Tapi mau bagaimana lagi. Ke sini cuma bawa anak-anak, hiburan karena selama ini di rumah terus," kata orangtua lainnya di kawasan yang sama, Arbi. (mdk/noe)

Baca juga:
Banjir Samarinda, Wagub Kaltim Akan Evaluasi Aktivitas Tambang Batubara
Sudah Berhari-hari Banjir di Samarinda Tidak Kunjung Surut
Samarinda Tanggap Darurat Banjir
Banjir Meluas, Kota Samarinda Kembali Diguyur Hujan Deras
Wali Kota Samarinda Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir Selama 7 Hari
12.901 Jiwa Terdampak Korban Banjir di Samarinda

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5