Banjir Samarinda, Wagub Kaltim Akan Evaluasi Aktivitas Tambang Batubara

Banjir Samarinda, Wagub Kaltim Akan Evaluasi Aktivitas Tambang Batubara
PERISTIWA | 26 Mei 2020 18:50 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Banjir yang merendam ribuan rumah warga, turut melumpuhkan aktivitas sebagian besar kawasan bisnis di Samarinda. Pemprov Kalimantan Timur berencana mengevaluasi aktivitas tambang batubara di utara kota Samarinda yang disinyalir menjadi penyebab banjir.

Akses kawasan bisnis yang lumpuh hari ini, seperti di kawasan Jalan Ahmad Yani I, Jalan Ahmad Yani II, serta Jalan Merak. Selain tingginya air banjir, listrik juga telah dipadamkan sejak Minggu (24/5).

Hingga hari ini, tercatat ada hampir 10.000 kepala keluarga (KK) sekitar 37.000 jiwa terdampak banjir, yang tersebar di 11 kelurahan di 4 kecamatan.

"Kami sudah merencanakan permohonan ke pemerintah pusat, untuk membantu pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) karena sedimentasinya sangat luar biasa," kata Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi, ditemui di sela kegiatan dia mendistribusikan bantuan, Selasa (26/5).

banjir samarinda

Namun pengerukan Sungai Karang Mumus urung dilakukan karena kendala anggaran. "Semua dipangkas kecuali kesehatan, dan pendidikan. Tapi kita harus tetap sabar, dan optimistis," ujar Hadi.

Penanganan korban banjir, saat ini menggunakan anggaran darurat bencana. "Anggaran darurat sebagian untuk Covid-19, sebagian lagi untuk banjir. Karena untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19, belum semua dikeluarkan, sebagian kita keluarkan untuk (banjir) ini," tambah Hadi.

Hadi menyebut, pengajuan anggaran pengerukan sungai termasuk sedimentasi waduk Benanga, sudah disetujui Kementerian PUPR. Tapi karena wabah Covid-19, semua tidak bisa dilanjutkan.

"Tapi saya minta soal (pengerukan) tetap diprioritaskan," sebutnya.

Bencana banjir di Samarinda sudah dianalisa. Salah satunya penyebabnya adalah sumbangan air dari aktivitas buka lahan dan batubara dari utara Samarinda. Wagub sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengevaluasi pengerukan batubara.

"Pasti, salah satunya (mengevaluasi aktivitas tambang batubara). Kita minta peninjauan, bagaimana air (dari aktivitas buka lahan dan tambang) dari utara Samarinda. Perlu diperjelas, air darimana dan salurannya dimana? Mengambil (batubara) ada waktunya. Misal jelang musim hujan, mungkin aktivitas disetop, dan itu diatur," tegas Hadi. (mdk/noe)

Baca juga:
Sudah Berhari-hari Banjir di Samarinda Tidak Kunjung Surut
Samarinda Tanggap Darurat Banjir
Banjir Meluas, Kota Samarinda Kembali Diguyur Hujan Deras
Wali Kota Samarinda Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir Selama 7 Hari
12.901 Jiwa Terdampak Korban Banjir di Samarinda

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami