Banjir Terjang Kabupaten Buru, Jembatan Penghubung Wilayah Rusak Berat

Banjir Terjang Kabupaten Buru, Jembatan Penghubung Wilayah Rusak Berat
Jembatan Rusak Berat Akibat Banjir di Kabupaten Buru. ©2021 BPBD Kab Buru
NEWS | 17 September 2021 10:42 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Banjir di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku mengakibatkan satu jembatan penghubung dua desa rusak berat. Banjir terjadi pada Kamis (16/9), sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan BPBD dan dinas terkait di Kabupaten Buru telah melakukan pengecekan kerusakan jembatan dan mengupayakan perbaikan darurat.

"Infrastruktur penting yang mengalami rusak berat tersebut merupakan penghubung antara Desa Waelana dan Desa Persiapan Silewa," jelas Abdul melalui siaran pers, Jumat (17/9).

Selain jembatan, banjir membuat lima desa terdampak yakni Desa Waelana Lana, Persiapan Silewa dan Wamana Baru di Kecamatan Fena Leisela, serta Desa Waegeren dan Wabolen di Kecamatan Lolongguba. Sebanyak 237 KK mengungsi ke tempat aman, seperti balai kantor desa Wamana dan musola setempat.

"Di samping berdampak pada warga, banjir juga merendam 364 unit rumah, pipa saluran air rusak dan merendam 6 kendaraan warga," paparnya.

Abdul menyebut banjir di Kabupaten Buru dipicu hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Waegeren meluap. Saat banjir, ketinggian muka air di lima desa mencapai 70 cm.

BPBD Kabupaten Buru membantu warga mengungsi dengan perahu karet menuju titik aman. Mereka juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat maupun babinsa dan babinkamtibmas di Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba.

Selain berkoordinasi, BPBD Kabupaten Buru telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras 500 kg dan mie instan 50 dos ke warga terdampak di Desa Waelana Lana dan Persiapan Silewa. Kemudian, pendistribusian logistik serupa, beras 250 kg dan mie instan 70 dos menuju Desa Wamana Baru.

Sedangkan di Desa Waegeren, BPBD Kabupaten Buru menyerahkan bantuan beras 150 kg dan mie instan 30 dos. Bantuan juga diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Buru, terdiri dari beras 600 kg, selimut 25 buah dan terpal 9 buah, untuk Desa Wamana Baru.

Berdasarkan kaji cepat, BPBD Kabupaten Buru merekomendasikan untuk melakukan normalisasi Sungai Waegeren. BMKG mencatat wilayah Fena Leisela dan Lolong Guba masih berpeluang hujan ringan pada hari ini hingga esok.

Sedangkan pantauan inaRISK, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Buru memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kedua kecamatan terdampak termasuk dalam wilayah dengan potensi tersebut. Di samping berpotensi banjir, Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba juga berpotensi bahaya tanah longsor dengan kategori serupa.

"Menyikapi musim hujan yang sudah berlangsung di September 2021, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Kesiapsiagaan dan kerja sama antar masyarakat di kawasan hulu dan hilir sangat membantu dalam menginformasikan kondisi curah hujan atau pun kondisi tanah teridentifikasi mengalami keretakan atau tidak," tutup Abdul. (mdk/ray)

Baca juga:
Dua Warga Korban Banjir Kalteng Meninggal di Tenda Pengungsian
Banjir Rendam 1.273 Rumah di Lebak, 1 Orang Tewas Terseret Arus Sungai
BNPB Beberkan Kerugian Akibat Banjir di 3 Wilayah Banten
Peneliti Temukan Perubahan Alur Sungai Cidurian hingga Sebabkan Banjir Bandang
Seorang Warga Meninggal akibat Banjir di Lebak, Kerugian Materi Rp4,8 Miliar

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami