Bantu Anak Tukang Becak yang Bapaknya Dibui agar Tetap Sekolah

PERISTIWA » MALANG | 6 Maret 2019 15:35 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Rasilu alias La Cilu (34) hanya bisa berlinang air mata. Dia tak kuasa menahan kesedihan setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara pada 20 Februari silam.

Tukang becak itu dipenjara karena dianggap lalai menyebabkan nyawa penumpang melayang. Meskipun sebenarnya, peristiwa kecelakaan itu terjadi karena hendak menghindari mobil melaju kencang dan melarikan diri. Sementara becak Rasilu terbalik.

Upayanya mencari keadilan ternyata tak berakhir bahagia. Rasilu malah diganjar hukuman penjara karena penumpang dibawanya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 359 KUH Pidana dan pasal (4) Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," kata ketua majelis hakim Ronny Felix Wuisan yang didampingi Jimmy Wally dan Philip Panggalila selaku hakim anggota di Ambon. Seperti Dilansir Antara, Rabu (20/2).

Saat ini, istri dan lima anaknya hidup dalam kebingungan. Sebab sehari-hari, Rasilu-lah harapan mereka. Tulang punggung keluarga.

Bukan sekadar ekonomi keluarga terganggu, anak-anak Rasilu terancam putus sekolah. Mereka tak bisa melanjutkan pendidikan karena tak punya biaya setelah ayahnya di penjara.

Dari lima anak Rasilu, empat orang sedang mengenyam bangku pendidikan. Putri pertamanya, Aisa (14) Kelas 3 SMP; Anggun (13) kelas 2 di SMP Wamolo; Haliza (9) Kelas 3 SD 14 Lakudo; Muhamad Alif (7) baru akan bersekolah, dan Ahmad yang baru berusia 1 tahun.

Situs penggalangan dana kitabisa.com menggalang bantuan agar anak-anak Rasilu bisa melanjutkan pendidikan. Sejak penggalangan dana dibuka 18 Februari, dana masuk mencapai Rp 745.703.484. Penggalangan dana masih dibuka sampai 14 hari ke depan.

Dalam persidangan disebut, kecelakaan terjadi akibat terdakwa berusaha menghindari sebuah mobil yang melaju dan melarikan diri, sementara becak yang dikayuhnya terbalik menyebabkan terdakwa bersama korban terluka.

Warga di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di depan Masjid Raya Alfatah Ambon turut membantu mengangkat korban lalu terdakwa membawa korban ke Rumah Sakit TNI-AD dr. Latumeten Ambon pada tanggal 23 September 2018.

Terdakwa telah membayar biaya rumah sakit dan korban akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka serta riwayat penyakit asma yang diderita korban. Kemudian sudah ada penyelesaian damai dengan keluarga dan sudah ada pencabutan perkara di Pengadilan terkait masalah ini.

Sehingga perbuatan terdakwa bukan dengan sengaja merampas nyawa korban dengan cara membalikkan becak yang dikayuhnya, kemudian korban yang sudah lama menderita penyakit asma ini naiki becak terdakwa dengan tujuan ke RS TNI-AD dr. Latumeten.

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umum Kejari Ambon, Ingrid Louhenapessy yang meminta terdakwa divonis bersalah dan dihukum selama dua tahun penjara.

Baca juga:
Tukang Becak Divonis 1,5 tahun Karena Penumpang Tewas Saat Hindari Kecelakaan

12 Tahun Disekap dan Tak Digaji Majikan, TKW Asal Malang Pingsan Dipelukan Ibu
Aksi Heroik Warga NTT Bantu Ibu Hamil Seberangi Sungai Arus Deras Demi ke Puskesmas
Hidup Bocah Yatim Piatu dari Tusuk Cilok Goreng dan Putaran Roda Sepeda
Potret Kemiskinan di RI, Nenek & Kakek di Karawang Ini Hidup di Gubuk Reyot
Nestapa bocah di Cianjur, 7 tahun dikurung dalam ruangan hingga kurus kering

(mdk/lia)