Bantu BPK Hadapi Sjamsul Nursalim, KPK Ajukan Diri Sebagai Pihak Terganggu

PERISTIWA | 16 Juli 2019 11:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa terganggu dengan gugatan perdata yang diajukan pihak pemegang saham Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan auditornya, I Nyoman Waram.

KPK pun akan menyerahkan permohonan sebagai pihak ketiga yang terganggu kepentingannya atas gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

"Rencana KPK akan serahkan secara resmi permohonan menjadi pihak ketiga yang kepentingannya terganggu dengan gugatan perdata Sjamsul Nursalim pada BPK-RI," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Sjamsul Nursalim melalui kuasa hukumnya menggugat secara perdata BPK dan auditornya I Nyoman Wara ke PN Tangerang. Gugatan Sjamsul berkaitan dengan audit investigatif tentang kerugian negara dalam kasus penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Sjamsul sendiri sudah dijerat KPK dalam kasus penerbitan SKL BLBI pada BDNI bersama istrinya, Itjih Nursalim. Keduanya disebut merugikan negara Rp4,58 triliun. Kerugian tersebut bersumber dari audit investigatif BPK pada tahun 2017.

Febri menyebut, dukungan yang diberikan KPK terhadap BPK lantaran sejak awal penanganan kasus BLBI merupakan kerja sama antara KPK dan BPK, terutama berkaitan dengan perhitungan kerugian negara.

"Ini juga menjadi pelajaran penting ke depan bahwa siapapun pihak-pihak lain yang ingin menggugat ahli yang diajukan oleh KPK, ataupun kerjasama KPK dengan instansi lain, maka KPK akan memberikan dukungan penuh," kata Febri.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Rizal Ramli Minta Jadwal Ulang Pemeriksaan Kasus BLBI
KPK Pertajam Proses Penerbitan SKL BLBI yang Rugikan Negara Rp4,58 Triliun
Kasus BLBI, KPK Periksa Kwik Kian Gie
KPK Belum Terima Salinan Putusan Lengkap MA yang Bebaskan Syafruddin Arsyad
KPK Panggil Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli Terkait Kasus BLBI
KY Tak Boleh Nilai Putusan Hakim MA Soal Baiq Nuril dan Syafruddin Arsyad

(mdk/rhm)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com