Bantu Polri, TNI Sebar 7.300 Personel Amankan Pemilu 2019 di NTT

PERISTIWA | 8 Februari 2019 23:02 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan legislatif dan presiden dibuka semenjak pagi. Warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pun berbondong-bondong datang untuk menggunakan hak suara mereka, tak ketinggalan para pemilih penyandang disabilitas.

Dibantu petugas, para penyandang disabilitas ini dibawa ke dalam TPS untuk menggunakan hak pilih mereka. Usai memasukan surat suara kedalam kotak, suasana berubah mencekam lantaran diduga ada surat suara yang telah dicoblos terlebih dahulu.

Salah satu saksi pasangan calon mengamuk, lantaran menemukan surat suara yang telah dicoblos terlebih dahulu, oleh oknum yang tidak diketahui. Merasa dicurangi, saksi pasangan calon ini kemudian menelpon teman-temannya untuk menggelar aksi demonstrasi.

Kericuhan mulai terjadi ketika demonstran memaksa masuk kedalam kantor KPUD dan melempari aparat yang berjaga. Untuk meghalau massa, petugas terpaksa menembakan water canon. Sejumlah pendemo yang diduga sebagai provokator pun diamankan aparat.

Aksi ini merupakan simulasi pengamanan pemilihan legislatif dan presiden, pada pemilu serentak 17 April mendatang.

Komandan Korem 161/WS Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman, kepada wartawan usai upacara penutupan mengatakan, Simulasi yang digelar di lapangan asrama tentara Kuanino, Kupang, Jumat (8/2) ini juga guna mempersiapkan pasukan gabungan yang akan diterjunkan, untuk mengamankan pemilu yang aman dan damai.

"Ini tentunya dalam rangka melatih kesiapan dan ketrampilan prajurit kita dalam menghadapi kegiatan pengamanan pemilu," ujarnya.

Terkait keamanan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste jelang pileg dan pilpres, jenderal yang baru bertugas dua minggu ini mengaku, tidak adanya laporan mengenai terganggunya keamanan dan ketertiban. Ia mengajak seluruh masyarakat NTT untuk ikut serta menjaga keamanan yang saat ini terjaga.

"Alhamdulilah puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kan saya baru dua minggu disini sudah merasakan kenyamanan itu, dan sudah nambah dalam nuansa pelaksanaan kegiatan masyarakat sehari hari dan sebagainya itu, menunjukan memang sementara sampai dengan saat ini masih kondusif, kalo memang ada riak riak yang sifatnya koordinasi yang belum selesai, pengiriman logistik dan sebagainya tentu dari aparat teman teman dari KPU dan Polres, yang akan mengetahui kondisi riil pelaksanaan kegiatan tersebut. Tapi secara umum yang saya ketahui laporan lapran dari kepala satuan wilayah, dandim dandim dan sebagainya masih kondusif dan siap untuk melaksanakan kegiatan pileg dan pilpres," ungkap Syaiful.

Untuk membantu Kepolisian, aparat TNI dari tiga satuan yang dipersiapkan untuk mengamankan pemilu Tahun 2019 sebanyak, 7.300 personel. Mereka sudah tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca juga:
Bentrok Pengunjuk Rasa Warnai Simulasi Pengamanan Pemilu 2019
Ketua KPU Tegaskan Tak Ada Sanksi Buat Caleg yang Rahasiakan Data Diri dari Publik
KPU: Sosialisasi Pemilu Boleh Dilakukan Dimana Saja Termasuk Tempat Ibadah
'Hoaks Disebar untuk Tujuan Politik Jelas Ganggu Ketenangan'
PDIP Sindir Prabowo Kebocoran Ada di Gerindra yang Usung Eks Napi Koruptor
KPU Serang Terima 474 Boks Surat Suara Untuk 1.828 TPS

(mdk/rhm)