Bantuan Kuota, Menkominfo Minta Operator Seluler Perhatikan Jaringan di Daerah

Bantuan Kuota, Menkominfo Minta Operator Seluler Perhatikan Jaringan di Daerah
PERISTIWA | 25 September 2020 13:39 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate meminta tiap operator yang terlibat kebijakan bantuan kuota data untuk belajar-mengajar daring perhatikan ketersediaan infrastruktur informasi dan teknologi di tempat masing-masing. Sebab, hal itu punya pengaruh besar terhadap proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari segi kualitas pelayanan operator.

Operator seluler yang ikut program Pembelajaran Jarak Jauh yakni, Telkomsel, Indosat Ooredoo, 3, XL Axiata, Smartfren.

"Yang memberikan dukungan dan peran aktif untuk memastikan terselenggaranya paket kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020 ini atau empat bulan ke depan," kata Johny Menteri Kominfo Johnny G Plate, saat peluncuran Bantuan Kuota Data Internet 2020, secara daring, Jumat (25/9).

Karena, menurut Johnny, tarif yang diberikan operator untuk mendukung program kebijakan bantuan kuota data internet betul-betul sangat kompetitif.

"Setahu saya, itu potongan harga nya sekitar dua pertiga (tarif yang diberikan operator), dan atas kerja sama operator seluler untuk memberikan dukungan proses belajar-mengajar dan pembelajaran jarak jauh ini, saya tentu berterima kasih," kata Johnny.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa Kementerian Kominfo akan memperhatikan percepatan perluasan akses jaringan internet. Salah satunya dengan memberdayakan akses internet yang langsung ke satelit untuk wilayah pinggiran (the lastmile) yang sulit terjangkau sinyal menara Base Tranceiver Station (BTS).

"Pak Nadiem (Makarim) dan pak Erick (Thohir), dapat saya sampaikan, sebelum (kuota bantuan belajar daring) bisa disebar dengan baik, BTS-BTS di the lastmile yang membutuhkan pengadaan yang sangat kompleks karena tantangan wilayah, saat ini Kominfo juga menggunakan akses internet yang langsung ke satelit," kata Johnny.

Akses internet langsung dari satelit itu dilakukan Kominfo dengan jaringan internet berdaya jangkau terbatas yang mencakup wilayah 50-100 meter di setiap titik, maupun dengan projek pilot Superwifi yaitu projek jaringan internet berdaya jangkau 500 meter dengan kapasitas data 4 sampai 30 gigabytes.

Johnny mengatakan bahwa Kementerian Kominfo juga akan memperhatikan penataan dan penambahan spektrum-spektrum frekuensi radio agar proses belajar-mengajar daring itu bisa dilakukan dengan baik.

Kendati demikian, Johnny menyadari bahwa ada titik-titik wilayah tertentu yang masih belum tersedia jaringan internet dengan layanan 4g.

"Kominfo sudah menyiapkan peta jalan untuk penyebaran jaringan internet 4g di 12.548 desa dan kelurahan yang belum tersedia jaringan internet dengan layanan 4g paling lambat selesai di tahun 2022," tambahnya.

Sementara untuk tahun 2021 nanti, pemerintah akan berkomitmen melalui intervensi fiskal. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami