Bantuan Saat Corona, Pengemudi Ojol dan Buruh Bisa Beli Paket Sembako Rp5 Ribu

Bantuan Saat Corona, Pengemudi Ojol dan Buruh Bisa Beli Paket Sembako Rp5 Ribu
PERISTIWA | 29 Maret 2020 13:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia memberikan dampak buruk pada perekonomian. Paling merasakan ini adalah pekerja di sektor Informal, dan UMKM.

Situasi ini menggerakkan hati pengusaha muslim keturunan Tionghoa, Jusuf Hamka untuk membantu meringankan beban hidup mereka.

Jusuf Hamka mengatakan, merebaknya virus Corona di Indonesia mempengaruhi penghasilan dari pekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online, buruh harian, hingga pedagang.

"Saat ini pemerintah mengeluarkan kebijakan imbauan physical distancing dan beberapa perusahaan juga telah memberlakukan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Otomatis orderan penumpang, dan pembeli pasti sepi," kata dia kepada Liputan6.com, Minggu (29/3).

Jusuf Hamka mengatakan, dirinya khawatirkan para pekerja di sektor informal itu kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok.

"Misalnya dalam satu hari mereka harus merogoh kocek Rp30 ribu. Sekarang pendapatannya berkurang bagimana mau beli lagi," ucap dia.

Karena itu, dirinya mencoba mendirikan warung sembako dadakan yang menjual kebutuhan pokok dengan harga miring. Konsumen berhak mendapatkan satu paket sembako cukup dengan membayar Rp5 ribu.

Jusuf Hamka merinci, satu paket sembako terdiri dari beras, mi instan, kornet dan daun teh.

"Istilahnya kami mensubsidi Rp25 ribu. Jadi barang dijual Rp5 ribu," ujar dia.

Warung sembako ini berada di Kantor Citra Marga Nusapala Persada, Jalan Yos Sudarso Kav 28 Jakarta Utara.

Rencananya akan buka dari Senin hingga Jumat dari pukul 11.30 WIB sampai 12.30 WIB. Saat ini, hanya menjual 100 paket sembako.

"Siapapun boleh datang. Tapi syarat satu orang dalam sehari hanya boleh membeli satu paket sembako," ucap dia.

Saat ini, Jusuf Hamka sedang mencoba menggandeng beberapa pengusaha di Indonesia untuk membuka warung sembako serupa di daerah-daerah lain. Dia menargetkan, minimal di setiap satu kelurahan ada satu Warung Sembako Murah.

"Kami lagi coba teman-teman pengusaha untuk urunan memberikan subsidi ke saudara-saudara kita yang sedang kesulitan. Saya sudah hitung kalau satu kelurahan jual 100 bungkus, dan perhari kita subsidi Rp20 ribu. Perbulan paling hanya Rp60 juta," ucap dia.

Menurut dia, kesejahteraan masyarakat akan berefek pada keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

"Kalau makan terjamin, keamanan ketertiban kita akan terjamin. Karena kalau ada yang kelaparan pasti ada pencurian atau penodongan," ucap dia.

Jusuf Hamka mengatakan, Warung Sembako murah resmi dibuka pada Senin 30 Maret. Dia juga telah menjalin kerjasama dengan TNI untuk membantu mendistribusikan ke pembeli.

"Jadi kami buka pada pukul 11.30 WIB. Nanti dibantu sama temen-temen Kodim untuk penyalurannya. Jadi mereka masukkan uang ke boks. Nanti akan langsung dapat barangnya," ucap dia.

Harapannya, Warung Sembako murah ini bisa bermanfaat untuk orang banyak. Jusuf Hamka mengajak semua masyarakat untuk bergotong royong menyelesaikan permasalahan ini.

"Jangan biarkan pemerintah menyelesaikan sendiri. Kita wajib berpartisipasi," tandasnya.

Reporter: Ady Anugrahdi (Liputan6.com) (mdk/did)

Baca juga:
Dua PDP dari Solo dan Semarang Dinyatakan Sembuh
Update Kasus Virus Corona di Tangsel: 238 ODP, 110 PDP dan 28 Positif
Anggota DPR Minta RS Tidak Lambat Tangani Pasien Corona
Kemenag akan Sulap 16 Asrama Haji Jadi Rumah Sakit Darurat Corona
Pasien Virus Corona di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Berjumlah 387 Orang
Polri Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal di Seluruh Indonesia 31 Maret

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami