Banyak digunakan petani untuk sedot air, elpiji 3kg langka di Sragen

PERISTIWA | 22 Agustus 2018 20:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah kesulitan mendapatkan gas melon atau elpiji 3 kilogram (kg). Padahal pasokan dari Pertamina untuk kebutuhan warga kurang mampu tersebut terbilang lancar dan tanpa kendala.

Pemerintah Kabupaten Sragen mengaku sudah berkoordinasi dengan Pertamina wilayah Jateng & DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut. Langkah ini untuk memantau distribusi dan penambahan pasokan.

Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menduga, kelangkaan elpiji 3kg akibat penggunaan oleh petani. Para petani kerap menggunakan elpiji 3 kg untuk bahan bakar diesel penyedot air pertanian. Musim kemarau, membuat sawah para petani mengering, sementara aliran sungai tidak mencukupi.

"Saya sudah memberi instruksi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk berkoordinasi dengan pertamina. Saya menduga tabung gas 3 kg ini digunakan untuk sedot air," ujar Dedy, Rabu (22/8).

Dedy menerangkan, sebenarnya warga sudah mengetahui jika elpiji 3 kg bukan untuk menyedot air. Pihaknya juga sudah berupaya melakukan sosialisasi agar para petani menggunakan energi pengganti, yakni listrik. Penggunaan energi listrik, lanjut Dedy, biaya bisa ditekan lebih hemat dan murah.

"Ini wewenang Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk mensosialisasikan pada petani agar alih energi dari gas ke listrik. Langkah antisipasi seperti ini sebenarnya sudah kita lakukan sebulan lalu sebelum terjadi kelangkaan," katanya.

Baca juga:
Jaga pasokan Lebaran aman, Pertamina tambah 270.000 tabung elpiji 3 Kg untuk Garut
Elpiji 3 Kg langka di Jabar sejak menjelang Lebaran 2018
Langka di Kebumen, elpiji 3 kg menembus harga Rp 24.000 jelang Lebaran
Periode mudik & Lebaran, konsumsi BBM dan LPG meroket lebih dari 20 persen
Warga berdesakan beli elpiji 3 Kg di Kota Palu
Warga keluhkan harga gas melon meroket hingga Rp 35.000 per tabung

(mdk/noe)