Banyak pengemis punya sawah luas bahkan jadi juragan angkot

Banyak pengemis punya sawah luas bahkan jadi juragan angkot
ratusan pengemis antre angpao di petak sembilan. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
PERISTIWA | 20 Mei 2014 00:01 Reporter : Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Wakil Wali Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi menyelidiki kehidupan pengemis di dalam maupun luar Kota Sukabumi. Hasilnya mengejutkan, ternyata mayoritas pengemis taraf kehidupannya sudah sejahtera.

"Pemantauan yang kami lakukan ini tujuannya agar masyarakat tahu, ternyata memberikan uang kepada para pengemis tidak bermanfaat, karena mereka akan keenakan mengemis dan selalu mengandalkan orang lain atau tidak mandiri," kata Fahmi kepada Antara, Senin (19/5).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan penarik becak, ojek dan delman serta angkutan kota, taraf kehidupan para pengemis itu ternyata lebih sejahtera. Banyak di antara para pengemis itu yang mempunyai rumah permanen, sawah yang luas bahkan ada yang menjadi juragan angkot.

Dengan ditemukannya kasus seperti ini, maka pihaknya melarang dan mengimbau kepada warga agar tidak memberikan uang kepada pengemis. Hal ini agar mereka bisa mandiri dan tidak hanya mencari belas kasihan dari orang lain.

"Padahal kondisi tubuh mereka masih mampu untuk bekerja," sesal Ahmad. (mdk/ian)

Baca juga:

Dapat uang Rp 100.000 per hari, pengemis gaya ber-HP

Buat sumbangan fiktif, Omih bisa kantongi Rp 2 juta per bulan

Ely akan bangun rumah dari hasil memulung

Siswa SD dipaksa orangtua mengemis untuk bayar cicilan motor

5 Cara pengemis Walang tumpuk kekayaan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami