Banyak Rumah Sakit Belum Siap Terapkan Aturan Tarif Tertinggi Rapid Test Covid-19

Banyak Rumah Sakit Belum Siap Terapkan Aturan Tarif Tertinggi Rapid Test Covid-19
Tidak Benar Ribuan Santri di Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test. ©2020 Merdeka.com/ ANTARA
NEWS | 13 Juli 2020 14:35 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Lia G. Partakusuma mengatakan, masih banyak rumah sakit yang belum siap menjalankan aturan Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi. Alasannya, aturan itu dikeluarkan Kemenkes secara mendadak.

"Terus terang saja, kaget juga kami. Tiba-tiba ada aturan yang dikeluarkan sementara rumah sakit ini belum siap," katanya dalam Talk Show Regulasi Harga Tertinggi Rapid Test di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (13/7).

Dia mengaku sudah mengimbau seluruh rumah sakit di Indonesia untuk segera mengikuti batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid test. Namun, sejumlah rumah sakit belum bisa mengikuti.

Persi sendiri, kata Partakusuma, tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada rumah sakit yang melanggar aturan Kemenkes.

"Persi ini bukan asosiasi yang bisa melakukan sanksi. Jadi kami hanya bisa mengimbau rumah sakit-rumah sakit untuk mengikuti aturan yang sudah dikeluarkan Kemenkes. Dan ini memang PR besar," ujarnya.

Dia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan menemui rumah sakit yang masih menerapkan tarif lama untuk pemeriksaan rapid test Covid-19. Apalagi, sudah ada rumah sakit yang mengajukan permohonan kepada Persi untuk memberikan masa transisi sebelum aturan batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid test diterapkan.

"Banyak rumah sakit yang meminta kepada Persi apakah mungkin ada masa transisi karena pembelian (alat rapid test) yang dulu itu sedikit sekali yang harga di bawah Rp100.000," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Pada 6 Juli 2020 Direktorat...

Halaman

(mdk/fik)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami