Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Jambore Daerah Pramuka se-Jatim

PERISTIWA » BANYUWANGI | 14 Oktober 2019 16:31 Reporter : Ulil Albab

Merdeka.com - Kabupaten Banyuwangi dipilih menjadi tuan rumah Jambore Pramuka yang diikuti para pelajar dari 38 kabupaten dan kota Se-Jawa Timur. Jambore diikuti 1064 pramuka penggalang, 152 pramuka berkebutuhan khusus, dan 304 pembina.

Saat pembukaan, para pelajar menunjukkan atraksi seni budaya daerahnya masing-masing. Para pelajar dari Banyuwangi sendiri menampilkan aksi puluhan penari gandrung dan drama yang mengisahkan perjuangan masyarakat Banyuwangi saat dijajah Belanda. Aksi para penari yang menari di rerumputan hutan pinus Kecamatan Songgon tersebut, terlihat unik dan menarik. Sehingga mereka berlomba-lomba mengabadikannya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya acara tersebut.

"Atas nama Pemkab Banyuwangi, kami sampaikan terima kasih. Bagi Banyuwangi, pramuka bukan hanya pelengkap, tapi pramuka adalah hal yang sangat penting," ujar Anas, Senin (14/10)

Anas menilai kegiatan Pramuka penting karena mengajarkan banyak skill di dalamnya.

©2019 Merdeka.com

"Bahkan di beberapa perusahaan luar negeri, rekrutmen pegawai bukan hanya dari hard skill saja, tapi juga soft skill. Salah satu di antaranya adalah orang yang bisa membangun kerjasama tim. Dan itu diajarkan di pramuka, karena itu kita akan terus mensupport pramuka," ujarnya.

"Dan hari ini kita saksikan anak-anak juga berkreasi. Mereka tampil memukau dengan menampilkan kesenian daerahnya masing-masing. Saya kira ini bagus untuk menumbuhkan kebanggaan kepada daerahnya," tambah Anas.

Sementara itu, salah satu pembina pramuka berkebutuhan khusus, Ahmad Novian (21) mengaku anak-anak didiknya sangat senang bisa mengikuti kegiatan perkemahan ini.

"Kalau dari sisi semangat sama. Mereka senang bisa ikut jambore daerah ini. Itu artinya mereka bisa mendapatkan teman baru, tambah ilmu dan pengalaman seru. Apalagi bisa bertemu dengan anggota pramuka lainnya dari berbagai kota di Jatim," jelas pembina pramuka yang mengampu di SMPLB BCD YPAC Jember ini.

Pramuka berkebutuhan khusus yang mengikuti kemah ini rata-rata merupakan tuna wicara sekaligus tuna rungu (B) dan tuna grahita (C). Di dalam masing-masing kontingen terdapat 4 difabel. Dalam perkemahan tersebut, para difabel ini akan mengikuti kegiatan dengan bercampur bersama anak-anak lainnya, ada pula yang khusus difabel. Setiap difabel didampingi satu orang pendamping.

Dalam kesempatan itu, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menganugerahkan tanda penghargaan kepada Bupati Anas. Tanda penghargaan itu diberikan atas jasanya yang besar terhadap pembinaan dan pengembangan gerakan pramuka di Banyuwangi.

Jambore yang diselenggarakan setiap 5 tahun tersebut, kali ini mengangkat tema "Pramuka Jatim Generasi Emas Pancasila". Tujuannya mengembangkan pramuka penggalang berkarakter Pancasila.

Kegiatan ini dikonsep menarik dengan slogan milenial, atraktif, nasionalis, inovatif dan sukses. Terdapat 52 jenis kegiatan. Mulai dari wawasan kebangsaan, seni budaya, keterampilan dan teknologi, dan ketrampilan kepramukaan. Juga ada wirausaha, penanggulangan bencana, kegiatan pramuka berkebutuhan khusus, serta kegiatan pembina pramuka.

(mdk/hhw)