Bareskrim Gerebek Tempat Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Depok

PERISTIWA | 19 Januari 2020 03:02 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Bareskrim Polri membongkar tempat penampungan pekerja migran Indonesia di daerah Tapos, Depok, Jawa Barat. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdi Sambo mengatakan dari upaya itu pihaknya berhasil mencegah tindak pidana perdagangan orang terhadap 23 pekerja migran Indonesia di Jalan Kapitan Raya, Tapos.

"Para pekerja migran Indonesia akan diberangkatkan secara nonprosedural atau ilegal ke Arab Saudi," kata Ferdi dilansir Antara, Sabtu (18/1).

Menurut dia, para pekerja migran Indonesia yang berada dalam penampungan itu baru direkrut di daerahnya masing-masing dan mereka baru melaksanakan tes kesehatan.

"Pemilik tempat penampungan bernama Akram, alamatnya di Jalan Griya Qonita Kav 3 RT 10/01, Sukmajaya, Kota Depok," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Puluhan calon pekerja migran Indonesia yang berhasil diselamatkan terdiri dari 10 orang berasal dari Cianjur, tiga orang asal Lombok, enam orang dari Cirebon, dua orang asal Indramayu, seorang dari Sukabumi dan seorang asal Ciamis.

"Belum didapatkan barang bukti terkait akan diberangkatkan para PMI tersebut ke kawasan Timur Tengah sehingga dilakukan pencegahan sebelum terjadinya TPPO," kata dia.

Ferdi mengatakan Bareskrim Polri akan konsisten untuk menindak jaringan pengiriman pekerja migran Indonesia ke 19 negara di Timur Tengah.

Pasalnya moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia masih berlaku. "Negara harus hadir untuk melindungi warga negaranya," katanya. (mdk/ray)

Baca juga:
Pernyataan Gubernur NTT Soal TKI Ilegal Meninggal Dinilai Tidak Manusiawi
Diupah Rp1,5 juta, Warga Bengkalis Bawa TKI Ilegal Gunakan Speedboat
TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 25 TKI Ilegal ke Malaysia
Kapal Pengangkut TKI Ilegal Disetop Polisi di Bengkalis, Belasan Orang Diamankan
Kisah Miris TKI Asal Kediri di Saudi, Dituduh Curi Emas Majikan Hingga Tak Diupah

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.