Baru Berkenalan, Remaja di Kebumen Cabuli Gadis di Bawah Umur

Baru Berkenalan, Remaja di Kebumen Cabuli Gadis di Bawah Umur
PERISTIWA | 16 September 2020 08:45 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Remaja di Kebumen, FA (20) warga Kecamatan Mirit diduga menyetubuhi seorang gadis di bawah umur, berusia 14 tahun. Keduanya baru berkenalan, dan FA membawa gadis itu menginap di salah satu hotel pada Sabtu (5/9).

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, gadis di bawah umur itu adalah teman baru FA. Keduanya baru saling mengenal diperantarai seorang teman.

"Setelah perkenalan itu, antara korban dan tersangka menginap di sebuah hotel dan melakukan persetubuhan," jelasnya, Selasa (15/9).

Kejadian ini terbongkar setelah orang tua gadis di bawah umur itu mencari informasi keberadaannya. Pasalnya, ia sebelumnya berpamitan pada orang tuanya bermain ke rumah temannya di daerah Prembun. Tapi, saat orang tua mengecek ke kediaman temannya tersebut, ternyata si gadis tidak ada di tempat.

Singkat cerita, ketika si gadis pulang, orang tua pun bertanya tentang aktivitasnya di malam minggu. Gadis itu pun mengaku habis dari hotel bersama teman prianya.

Ia juga mengaku sempat melakukan persetubuhan dengan tersangka FA.Terkejut, orangtuanya pun melaporkan ke Polres Kebumen yang berujung ditangkapnya tersangka FA.

"Tersangka ditangkap pada hari Minggu, tanggal 06 September 2020 sekira pukul 18.00 Wib. Tersangka diamankan di Terminal Prembun," terang AKBP Rudy.

Karena perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

"Perlu diketahui bersama, hubungan badan meski atas dasar suka sama suka sedang perempuan masih di bawah umur, tidak dapat dijadikan alasan bagi pelaku untuk menghindar dari jeratan hukum," kata AKBP Rudy.

Pelaku yang melakukan persetubuhan atau percabulan terhadap anak, tetap akan dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan perubahannya. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami