Basarnas Pertimbangkan Memperpanjang Pencarian CVR dan Korban Sriwijaya Air

Basarnas Pertimbangkan Memperpanjang Pencarian CVR dan Korban Sriwijaya Air
Tim NTSB Bantu Periksa Serpihan Sriwijaya Air. ©2021 merdeka.com/imam buhori
PERISTIWA | 17 Januari 2021 12:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional (Basarnas), Bambang Suryo Aji belum bisa memastikan apakah usai perpanjangan pertama pencarian pesawat Sriwijaya Air berakhir pada Senin besok (18/1/). Pihaknya bakal kembali melakukan perpanjangan tergantung pada kondisi di lapangan.

"Kita melihat hasil nanti karenakan perpanjangan pertama itu kan sampai dengan hari Senin. Nanti akan kita evaluasi bagaimana, apakah mau diperpanjang atau tidak menunggu hasil evaluasi besok," kata Suryo di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara, Minggu (17/1).

Menurut Suryo, ada dua pertimbangan utama untuk memperpanjang pencarian tersebut. Pertama soal belum ditemukannya cockpit voice recorder (CVR) dan korban.

"Jadi begini, kita lihat situasi di lapangan kemudian juga ada beberapa instrumen pesawat yang belum ditemukan seperti CVR dan lain-lain. Kemudian korban juga saya lihat setiap hari masih banyak kita mengevakuasi bagian tubuh korban, nanti kita lihat perkembangannya apakah di sana berkurang atau lain karena pengaruh sudah terbawa arus dan sebagainya," kata Suryo.

Di samping itu, ada juga pertimbangan dari keluarga yang menginginkan anggota keluarganya dapat ditemukan.

"Sehingga pertimbangan ini juga menjadikan perhatian kita dihadapkan dengan pihak keluarga korban. Mungkin dia menginginkan keluarganya yang mendapatkan musibah ini bisa diidentifikasi, kalau di lapangan masih kelihatan banyak korban yang masih kita evakuasi kita akan terus melaksanakan evakuasi," katanya.

Suryo mengaku masalah cuaca cukup menjadi kendala bagi tim untuk melakukan pencarian. Sebab, angin serta arus bawah yang cukup kencang di sekitar lokasi jatuhnya pesawat membuat serpihan badan pesawat terbawa arus.

"Cuaca yang menjadi persoalan sekarang adalah memang cuaca, karena di tempat lokasi itu selain angin dan arus bawah itu yang cukup kencang mempengaruhi kita untuk melaksanakan pencarian khususnya untuk pencarian CVR maupun bagian body part," jelasnya.

Reporter: Yopi Makdori (mdk/ray)

Baca juga:
Badan Keamanan Transportasi Nasional AS Bantu Periksa Serpihan Sriwijaya Air
Tim SAR akan Cari Korban di Lokasi Banyak Serpihan Badan Pesawat Sriwijaya Air
Tim DVI Berhasil Identifikasi 24 Korban Sriwijaya Air SJ 182
Keluarga Korban Sriwijaya: Pipit Pesan Ingin Dimakamkan Sebelah Anaknya
Jenazah Pipit Piyono, Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Diserahkan ke Keluarga

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami