Batal temu kader, Prabowo dampingi Wilfrida dengarkan vonis

PERISTIWA | 31 Maret 2014 09:10 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya Sulawesi Tenggara, Anton Timbang menyampaikan permohonan maaf Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto karena tidak bisa hadir dalam temu kader di Kota Kendari. Prabowo saat ini harus mendampingi Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang menghadapi vonis mati di Malaysia Wilfrida Soik.

"Ketidakhadiran Ketua Dewan Pembina Gerindra itu, bukan karena ada kesengajaan, namun karena semata mendampingi TKI Wilfrida yang menjalani sidang di Malaysia," kata Anton saat memberi keterangan terkait tidak hadirnya Prabowo pada kampanye dan temu kader di Kendari, seperti dikutip dari Antara, Senin (31/3).

Namun demikian kata dia, yang menggantikan kehadiran Prabowo pada temu kader di antaranya Jenderal Pur Yunus Yosfiah (dewan pembina DPP), Laksamana Madya Pur Muclah sidik (ketua badan pemenangan) DPP Gerinda dan Glend Kaharipu (anggota DPP Gerindra).

"Beliau (Prabowo-red), juga telah menyampaikan permohonan maaf melalui video slide atas ketidakhadirannya datang di Bumi Anoa Kota Kendari karena tepat pukul 05.30 WIB sudah bertolak ke Malaysia untuk mendampingi Wilfrida," ujar Anton.

Dia mengatakan, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo ke Malaysia karena telah mendapat amanat dari orangtua Wilfrida sebelum meninggal, yang menitipkan nasib anaknya kepada Prabowo.

Terkait masalah perolehan kursi pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang, Anton mengatakan berdasarkan hasil survei, Gerindra yakin akan memperoleh satu kursi DPR RI dari lima kursi yang diperebutkan di Dapil Sultra.

Sementara untuk kursi caleg DPRD Provinsi dan caleg DPRD kabupaten/kota, dengan optimalisasi akan direbut satu dapil satu kursi. Artinya dari enam dapil yang ada untuk DPRD Sultra, Gerinda akan merebut 6-7 kursi dari 45 anggota DPRD saat ini.

"Kalau saat ini kursi Partai Gerinda Provinsi hanya mendapat dua, maka dengan penuh keyakinan dan mesin politik partai yang hingga saat ini masih solid dan kompak, maka akan bisa merebut untuk satu fraksi atau minimal enam atau tujuh kursi," ujarnya (mdk/hhw)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.