Bawa motor tak pakai helm, siswi SMK menangis saat mau ditilang

PERISTIWA | 26 April 2018 20:14 Reporter : ER Chania

Merdeka.com - Seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Padang, menangis saat diadang oleh personel Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polresta Padang. Siswi yang mengendarai sepeda motor Beat itu terjaring di hari pertama Operasi Patuh Singgalang di kawasan Bypass KM 7, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Dengan terisak air mata, siswi yang enggan disebutkan namanya tersebut memohon kepada petugas agar tidak ditilang meski kedapatan tidak memakai helm dan tak memiliki surat kelengkapan berkendara. Alasannya, karena takut dimarahi oleh orangtua jika nanti diketahui ditilang oleh polisi.

"STNK (surat tanda nomor kendaraan) dipegang sama ayah tidak ada dibawa, kalau SIM (surat izin mengemudi) belum ada karena masih pelajar Pak. Janganlah ditilang, nanti dimarahi orangtua saya," katanya kepada petugas.

Awalnya, siswi tersebut disuruh petugas untuk menelepon orangtua agar bisa mengambil STNK sepeda motor miliknya. Namun lagi-lagi, alasannya tidak berani dan sangat takut kepada orangtua jika diberitahu telah ditilang oleh polisi.

"Tidak ada orang di rumah, kedua orangtua pergi bekerja dan STNK sama ayah. Mohon janganlah ditilang dan berjanji akan memakai helm lagi saya, Pak," cetusnya.

Dengan berbagai pertimbangan hingga akhirnya siswi tersebut akhirnya tidak ditilang. Namun sebelumnya, siswi itu diberi nasihat oleh petugas dan diminta berjanji tidak akan melanggar peraturan lalu lintas lagi. (mdk/eko)


Di Jateng, setiap hari 11 nyawa melayang karena kecelakaan
Operasi Patuh Jaya 2018 diharapkan bisa tekan pelanggaran lalu lintas
Ratusan personel hadiri apel dalam Operasi Patuh Jaya 2018
Polda Metro tegaskan tindak kendaraan pelat RF jika langgar ganjil genap
Polri tegaskan tindakan Polantas terhadap eks ketua DPC PDIP sesuai prosedur

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.