Bawa Sabu 10 Kg Pakai Motor, Kurir Jaringan Malaysia Ditembak Polisi

PERISTIWA | 5 Maret 2019 02:03 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Polres Tarakan, Kalimantan Utara, menangkap MI (24), warga Tarakan, setelah tepergok membawa 10 kg sabu, yang hendak diselundupkan ke Sulawesi Selatan. Timah panas, bersarang di kaki pemuda itu, lantaran hendak kabur saat menunjukkan barang bukti.

Penangkapan dilakukan Minggu (3/3) dini hari kemarin, sekira pukul 04.00 WITA. Malam sebelumnya, Sabtu (2/3), polisi telah mengintai MI, yang memang menjadi target operasi (TO) polisi.

"Kita tangkap pelaku saat mengendarai motor, dan kita temukan 10 kilogram sabu, dalam 10 plastik yang disimpan dalam karung," kata Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan, kepada wartawan di Tarakan, Senin (4/3).

Proses penangkapan, tidak berjalan begitu mulus. Mi, diduga sudah mengira, dia sedang dibuntuti kepolisian, saat akan mengambil paket 10 kg sabu itu, di selokan kawasan Jalan Panglima Batur, kota Tarakan.

"Petugas terpaksa melumpuhkan dengan timah panas, karena ada indikasi hendak melarikan diri setelah mengambil dan membawa sabu itu," ujar Yudhistira.

Dari penyelidikan polisi, Mi diduga sudah 3 kali menyelundupkan sabu dalam jumlah besar, dari kota Tarakan, ke Sulawesi, melalui kapal laut. "Masuk melalui jalur laut, sabu asal Tawau Malaysia, dan akan dikirim ke Sulawesi Selatan," ungkap Yudhistira.

Masih dijelaskan dia, selain 10 kg sabu, sepeda motor, tas, buku tabungan dan ponsel, jadi barang bukti untuk menjerat pelaku, dan menjebloskannya ke penjara.

"Yang pasti, dia ini sudah kita intai dan awasi lama, dari informasi dan kerjasama TNI AL dan juga BNN Kaltara," demikian Yudhistira.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit menyampaikan keprihatinannya terkait penangkapan tersebut. Menurut dia, ini sebuah keprihatinan bersama.

"Ini, prinsipnya bukan keberhasilan, melainkan keprihatinan. Karena kerasnya upaya saya, agar tidak ada lagi yang berani selundupkan narkoba ke Kaltara, faktanya masih ada yang nekat," kata Kapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol Indrajit, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (4/3) malam.

Kendati demikian, Indrajit memastikan, personel Polres Tarakan, mendapatkan reward atas kerja kerasnya mengungkap kasus 10,1 kg sabu, Minggu (3/3) pagi kemarin.

Dia menjelaskan, tahun 2018 lalu saja, Polda Kaltara dam BNN Provinsi Kalimantan Utara, mengungkap penyelundupan hampr 100 kilogram sabu asal Malaysia. "Polda Kaltara ungkap sekitar 80 kilogram sabu, dan BNN sekitar 20 kilogram sabu. Iya, kesemuanya hampir 100 kilogram," ujar Indrajit.

Menurut Indrajit, penyelundupan barang haram dari Malaysia itu, memang bergeser melalui perairan laut dan sungai, di Kalimantan Utara. "Semakin kami ketat mengawasi, mereka ini para pengedar, semakin nekat dan semakin berani," tegas Indrajit.

Bahkan, lanjut Indrajit, dia seringkali menanyakan kepada para tersangka penyelundup sabu dalam jumlah besar, yang diungkap Polda Kaltara, maupun Polres jajaran.

"Saya sering taya, kamu (tersangka) warga negara Indonesia? Kamu adalah pengkhianat bangsa, dan merusak generasi penerus bangsa dan negaramu sendiri," demikan Indrajit.

Baca juga:
Ditangkap karena Kasus Narkoba, Status Andi Arief Masih Terperiksa
Dua Anggota TNI AD Kedapatan Bawa Sabu di Bandara Soekarno Hatta
BNNP DKI Jakarta Amankan Puluhan Ribu Butir Ekstasi Asal Jerman
Polisi Dalami Kabar Andi Arief Ditangkap Saat Sedang Bersama Perempuan
Bawa 10 Kg Sabu, Tiga Kurir Asal Aceh Dituntut 19 Tahun Penjara

(mdk/rnd)