Bawa Senjata Api Buat Pamer dan Miliki Sabu, Pria Ini Diciduk Polisi

PERISTIWA | 15 Oktober 2019 23:33 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pihak kepolisian Polresta Denpasar meringkus tersangka Anak Agung Putu Pranatha (38), karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu serta memiliki senjata api.

"Kami berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika dan kepemilikan senjata api tanpa izin," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Mapolresta Denpasar, Selasa (15/10).

Kronologi ditangkapnya tersangka yang beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Bali ini, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada peredaran atau penyalahgunaan narkotika di Jalan By Pass, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Selanjutnya, selama beberapa hari pihak kepolisian melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Kemudian, pada Sabtu (5/10) sekitar pukul 18.00 Wita polisi melihat tersangka di TKP dan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

Saat dilakukan penggeledahan badan tersangka, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu digenggaman tangan kiri dengan berat bersih 0,40 gram dan satu pucuk senjata api cis jenis revolver kal 22 dengan 5 butir peluru di tas pinggang tersangka.

"Tersangka (mengaku) mendapatkan narkotika dari saudara Agus. Kemudian membeli senjata api kepada Dekmong seharga Rp15 juta. Saat ini, kita masih melakukan pengejaran kepada DPO Dekmong," ujar Ruddi.

Ruddi juga menjelaskan, bahwa tersangka membeli barang haram tersebut hanya untuk dipakai sendiri dan sudah berjalan selama 2 tahun. Kemudian, membeli senjata api tersebut hanya untuk gaya-gayaan.

"Jadi alasan dia bawa senjata untuk gaya-gayaan saja, kemana-mana selalu membawa ini (Senjata Api). Dia belum pernah menggunakan senjatanya, dan memegang senjata api tanpa izin ini sudah selama 3 bulan," ujar Ruddi.

Atas tindakannya, tersangka Anak Agung Putu Pranatha dijerat Pasal 112 (1) Undang-undang RI, Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp800 juta sampai Rp8 milyar.

Kemudian, Undang-undang Darurat nomor 12, tahun 1951 tentang senjata api dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Baca juga:
Konsumsi Sabu, Mantan Atlet Sepeda Ditangkap Polisi
Gerebek Rumah, Polisi Tangkap Kurir 1 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi
Belajar dari Google, Petani Asal Bogor Nekat Tanam Ganja di Pekarangan Rumah
Sipir Lapas Langsa Aceh Jadi Mafia Sabu Pernah Direhabilitasi Narkoba
Kurir Narkoba Kemas Heroin dalam Kapsul Ditangkap di Parkiran Swalayan
Gerebek Rumah di Sidrap, Polisi Bekuk 1 Orang dan Sita 1 Kg Sabu

(mdk/ded)