Bawaslu Bangli Temukan Pemilih Telah Beralih Status Jadi TNI dan Polri

Bawaslu Bangli Temukan Pemilih Telah Beralih Status Jadi TNI dan Polri
Bawaslu Bangli saat melaksanakan uji petik daftar pemilih, Jumat (3/12). ©2021 Merdeka.com/HO-Bawaslu Bangli
NEWS | 4 Desember 2021 01:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangli, Bali, melaksanakan uji petik daftar pemilih dan daftar pemilih berkelanjutan di beberapa kelurahan atau desa. Dari dua hari kegiatan, mereka menemukan sejumlah warga sipil telah beralih status menjadi TNI atau Polri.

"Dengan demikian otomatis masyarakat yang bersangkutan harus dicoret dari daftar pemilih dikarenakan TNI atau Polri tidak memiliki hak pilih," kata anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/12)

Uji petik data pemilih berkelanjutan ini untuk memperbaharui data pemilih, seperti menambahkan pemilih baru yang belum terdaftar dalam pemilih, mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat atau telah meninggal dunia, beralih status dari penduduk sipil menjadi anggota TNI atau Polri dan sebaliknya, beralih status kewarganegaraan dari WNI menjadi WNA, serta memperbaharui elemen pemilih data secara berkelanjutan.

"Pada dasarnya kegiatan uji petik ini dilakukan untuk memastikan kebenaran data pemilih yang dilakukan secara berkala, demi terwujudnya daftar pemilih yang akurat," ucap Muliarta.

Dia mengatakan, dalam kegiatan uji petik ini Bawaslu Kabupaten Bangli telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kelurahan atau desa yang ada di Kabupaten Bangli. Kegiatan ini telah dilakukan sejak Kamis (2/12) hingga Jumat (3/12). "Dengan ini juga dipastikan bahwa data pemilih yang diberikan KPU Kabupaten Bangli telah sesuai dengan fakta di lapangan," ujarnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Jabar Kandang Gerindra, Pengamat Nilai Masih Bisa Direbut Golkar
Sekjen Gerindra: Jabar Kandang Prabowo, Harus Dipertahankan pada Pemilu 2024
Timsel Calon Anggota KPU Bawaslu Akan Gandeng BNPT Hingga PPATK
Giliran Arek Suroboyo Deklarasikan Dukung Anies Baswedan Maju Capres
DPR Minta KPU Riset Dulu Sebelum Simulasi Penyederhanaan Surat Suara
Pakar Hukum Dorong Ambang Batas Presiden 2024 jadi 0 Persen, Ini Penjelasannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami