Bawaslu: Empat Kecamatan di Bandar Lampung Rawan Politik Uang

Bawaslu: Empat Kecamatan di Bandar Lampung Rawan Politik Uang
PERISTIWA | 1 Desember 2020 06:30 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu Bandar Lampung menyebutkan ada empat kecamatan yang dianggap rawan dengan politik uang pada Pilkada serentak 2020 di sana. Ada pun empat kecamatan tersebut, Kecamatan Telukbetung Timur, Kecamatan Bumi Waras, Kecamatan Panjang. dan Kecamatan Kemiling.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Bandar Lampung, Candrawansah mengatakan, pemetaan lokasi rawan politik uang tersebut berdasarkan sejarah dalam pemilu sebelumnya. Empat kecamatan tersebut notabene daerah pesisir dan pegunungan.

"Untuk daerah rawan, daftar pemilih ini notabenenya mereka berada di kawasan elit dan rumah sakit, sehingga berpotensi tidak terdata dan mencoblos," katanya di Bandar Lampung, Senin (30/11).

Karena itu, dia menambahkan, Bawaslu sudah meminta jajarannya untuk lebih waspada dan tegas dalam melakukan pengawasan menjelang pencoblosan maupun pada hari pemilihan kepala daerah nanti.

Kemudian, Candrawansah menginginkan kepada jajarannya di bawah agar juga tetap fokus pada pengawasan protokol kesehatan pada saat pencoblosan di TPS.

"Ini juga penting jangan sampai kita mengawasi pelanggaran-pelanggaran pilkada, tapi pelanggaran protokol kesehatan kita abaikan ini tidak boleh terjadi karena kami tak ingin pilkada ini menjadi kluster baru Covid-19," tutupnya seperti dilansir dari Antara. (mdk/fik)

Baca juga:
KPU Medan Tak Layani Hak Pilih Pasien Covid-19 Kategori Berat
KPU Tangsel: 854 Kertas Suara Rusak
Terdakwa Pelanggaran Pemilu di Pilkada Cianjur Divonis 3 tahun penjara
Polisi Sebut Gencar Tangkap Terduga Teroris agar Pilkada 2020 Aman dan Kondusif
Survei: Elektabilitas Eri-Armuji Unggul dari Machfud-Mujiaman di Pilkada Surabaya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami