Bayi Meninggal di Rumah Sakit Samarinda, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Autopsi

PERISTIWA | 11 Mei 2019 03:37 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Bayi Otniel, yang meninggal kurang dari 12 jam setelah dinyatakan sehat medis RSUD AW Syachranie Samarinda, bakal diautopsi. Rencana autopsi disetujui orangtua bayi untuk memastikan penyebab kematian bayi laki-laki itu.

"Iya benar, kita akan lakukan autopsi hari Senin (13/5)," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (10/5) malam.

Kasus kematian bayi Otniel itu bergulir sejak dilaporkan ke kepolisian pada 26 April 2019 oleh juru bicara keluarga bayi Otniel, Yohanes Traksin. Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, mengeluarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) bernomor STTLP/256/IV/2019.

Dugaan dalam laporan itu, adalah kelalaian yang dilakukan rumah sakit. Baik pelapor dan terlapor RSUD AW Syachranie, telah dimintai keterangan penyidik Reskrim. "Tujuan autopsi, ya untuk mencari tahu, memastikan sebab kematian bayi itu ya. Nanti autopsi dilakukan di rumah sakit," ujar Sudarsono.

Dikonfirmasi merdeka.com, Yohanes membenarkan rencana autopsi bayi Otniel. "Benar, akan diautopsi. Kita percayakan pada dokter forensik, melakukan autopsi dengan baik," kata Yohanes.

Diketahui, Otniel Kewo, bayi laki-laki yang lahir Minggu (21/4) malam dan dinyatakan sehat oleh medis, meninggal dengan memperihatinkan, kurang dari 10 jam kemudian. Badan sang bayi berselimut darah, diduga dari tali pusarnya.

Manajemen RSUD AW Syachranie Samarinda merespons. Melalui Humas dr Arysia Andhina, keluhan itu, menurutnya sedang diverifikasi oleh tim internal rumah sakit. Bayi laki-laki dengan berat 2,4 kilogram itu, memang tercatat lahir dari pasangan orangtua Rizki Kewo dan Trivena Sengkey, Minggu (21/4) malam pukul 20.28 WITA, dengan kelahiran cesar. Hingga Senin (22/4) meninggal sekira pukul 06.15 WITA di ruang perawatan bayi. (*)

Baca juga:
Kasus Bayi Meninggal di RS Samarinda, Keluarga Lapor ke Polisi
Diduga korban malapraktek, dua bocah tewas usai disuntik dokter di RSUD Meulaboh
4 Kasus operasi plastik yang berujung tragis
Dianggap lalai, mantri salah potong alat kelamin bocah di Pekalongan ditahan
Kasus penis bocah di Pekalongan terpotong, polisi periksa 3 saksi
Polisi selidiki kasus salah potong alat kelamin bocah di Pekalongan

(mdk/noe)