BBM naik, netizen kritik Jokowi lewat lagu Sakitnya Tuh di Sini

BBM naik, netizen kritik Jokowi lewat lagu Sakitnya Tuh di Sini
parodi sakitnya di sini. ©youtube.com/habibi
NEWS | 7 April 2015 17:17 Reporter : Al Amin

Merdeka.com - Keputusan pemerintahan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM pada 28 Maret lalu sangat mengejutkan. Terlebih lagi, penaikan harga itu tanpa disertai komunikasi pada masyarakat.

Posisi saat ini harga premium Rp 7.400 per liter untuk Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan Rp 7.300 per liter untuk di luar Jamali. Sementara untuk Solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya 6.400 per liter.

Kritikan atas kenaikan ini menuai kritikan dari berbagai pihak. Mulai dari kalangan legislatif, hingga politikus PDIP yang sejatinya merupakan kader partai banteng moncong putih, seperti Effendi Simbolon dan Rieke Diah Pitaloka.

Sementara itu, kritikan kreatif disuarakan oleh pemilik channel YouTube Habibi MF. Dalam video berjudul 'Untuk Pak Jokowi', terlihat seorang pria kurus yang mengenakan singlet dan sarung menyanyikan lagu 'Sakitnya Tuh di Sini' yang kemudian diparodikan.

Dalam video berdurasi 3 menit 42 detik tersebut, pria kurus tersebut mengkritik kenaikan harga BBM. Dia juga mengaku menyesal telah memilih Jokowi pada pemilihan presiden tahun 2014 silam.

Berikut lirik lagu 'Sakitnya Tuh di Sini' yang telah diparodikan.

Sakitnya tuh di sini melihat Jokowi

Sakitnya tuh di sini dibohongin Jokowi

Sakitnya tuh di sini melihat jokowi

BBM naik lagi

Kejamnya dirimu permainkan raktyatmu

Sadisnya caramu memnyiksa rakyatmu

Hancurnya hatiku. Menyesal diriku, di saat pemilu, ku pilih dirimu

Sakitanya tuh disini melihat Jokowi

Sakitnya tuh di sini BBM naik lagi

Sakit... sakitnya

Sakitnya tuh di sini

Gayanya blusukan cari perhatian

Malah menghasilkan naikkan tunjangan

Hancurnya hatiku menyesal diriku

Di saat pemilu, kupilih dirimu

Sakitnya tuh di sini melihat dirimu

Saktinya tuh di sini BBM naik lagi

Sakitnya tuh di sini

Kau pura-pura lugu

(mdk/amn)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami