Beda Pendapat Kompolnas dan Arema FC soal Tiket Pertandingan

Beda Pendapat Kompolnas dan Arema FC soal Tiket Pertandingan
Pintu 13 dan saksi bisu tragedi maut di Stadion Kanjuruhan. ©Juni Kriswanto/AFP
NEWS | 5 Oktober 2022 06:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Fakta baru kembali terungkap terkait tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) kemarin. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menduga bahwa tiket pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dicetak melebihi kapasitas penonton stadion.

Menurut Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, pihaknya menemukan fakta tentang penjualan tiket pertandingan di luar kapasitas stadion. Hal ini diketahui, usai Kompolnas menemui Bupati Malang M Sanusi, guna menggali informasi terkait Stadion Kanjuruhan.

"Kemarin kami ketemu Bupati, kapasitas stadion hanya 30 ribu tapi yang dicetak Panpel (panitia pelaksana) itu lebih dari itu," ungkap Albertus Wahyurudhanto kepada wartawan di Malang, Selasa (4/10).

Berdasar temuan fakta tersebut, Kompolnas mengatakan bahwa saat berada di lapangan, tim keamanan tidak ada yang menjalankan instruksi. Hal tersebut lantas berimbas pada pencopotan jabatan Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, melalui surat telegram Kapolri nomor ST/2098/X/2022.

"Itulah sementara Kapolri mencopot Kapolres yang bertanggung jawab dan Danton sekarang sedang diperiksa Bareskrim, Propam. Kalau ada pelanggaran pidana wilayah Reskrim, kode etik (ditangani) Propam," lanjut Albertus.

Kompolnas juga mendapatkan informasi bahwa saat pertandingan berjalan setengah permainan, para penonton masih mengenakan gelang tiket dan kondisi tribun penuh dengan penonton.

2 dari 2 halaman

Sedangkan untuk hal pengamanan, kendaraan taktis barakuda telah disiapkan setelah pertandingan selesai. Namun karena posisi kendaraan berada di luar stadion, sementara massa sudah ramai memadati area tersebut, barakuda tidak bisa keluar.

Pertandingan tersebut dikawal petugas gabungan sebanyak 2.000 personel di mana terdiri atas 600 personel Polres Malang, 1.400 bantuan Polres lain, Brimob dan TNI.

Keterangan berbeda sebelumnya diungkapkan oleh Media Officer Arema FC Sudarmaji. Dia menuturkan bahwa kapasitas tribun Stadion Kanjuruhan adalah 42 ribu orang.

Pihaknya juga mengklaim bahwa mereka tidak menjual tiket pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya melebihi kapasitas. Sudarmaji juga sempat menegaskan bahwa tidak terdapat luberan penonton selama acara pertandingan berlangsung, yang mana hal ini menjadi bukti bahwa pihaknya tidak menjual tiket di luar daya tampung Stadion Kanjuruhan, Malang.

"Terkonfirmasi tiket itu kami tidak melebihi kuota, bisa disaksikan saat pertandingan tidak ada satu pun luberan penonton," ungkap Sudarmaji.

Reporter: Putri Oktafiana

Baca juga:
Ribuan Suporter di Yogyakarta Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Kapolri Diminta Copot Kapolda Jatim Butut Tragedi Kanjuruhan, Ini Tanggapan Polri
Cerita Aremania Soal Penonton Laga Arema FC Tanpa Tiket Sering Terjadi
Kompolnas Sebut Eks Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Tembakan Gas Air Mata
Saling Lempar soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini