Begadang, lagu terbaik Rhoma Irama sepanjang masa
PERISTIWA | 18 November 2012 14:12 Reporter : Islahudin

Merdeka.com - Dalam sejarah musik dangdut Indonesia, Rhoma Irama adalah sentral. Kemahirannya memetik gitar, kepiawaiannya menciptakan ratusan lagu, dan vokalnya yang khas, membuat lagu-lagu yang dia nyanyikan baik bersama sejumlah orkes melayu, duet, hingga solo masih melekat dalam ingatan penggemarnya.

Segala kemampuan yang dimiliki melapangkan jalannya menjadi raja dangdut, sebutan yang masih melekat pada dirinya hingga saat ini. Musik irama melayu yang sebelumnya dianggap kolot dan kampungan, di tangan Rhoma, menjadi begitu populer di Indonesia hingga manca negara. Maka tidak mengherankan lagu-lagu Rhoma hingga saat ini masih terus terdengar dan masih disukai penggemarnya.

Peneliti musik dangdut dari Universitas Pittsburg, Amerika Serikat, Prof Andrew Weintraub, dalam buku "Dangdut: Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia" (KPG 2012), menuliskan, selain karena keragaman sumber musiknya, Rhoma Irama menjadikan dangdut sebagai wahana gagasan tentang moral dan politik rakyat.

"Dangdut dijadikan sebagai medium untuk membentuk sikap mengenai moralitas, relasi gender, dan komunitas nasional," tulis Andrew dalam bukunya yang juga menganalisa pesan 307 lagu Rhoma yang telah dikeluarkan.

Dari sekian banyak lagu dan album yang telah dikeluarkan Rhoma, dalam catatan Andrew, lagu Rhoma memiliki pesan yang beragam. Pesan-pesan yang disampaikan lewat lagu itu, bagi Andrew juga menyiratkan perjalanan hidup dan sikap Rhoma Irama. Namun, bagi penggemar Rhoma perubahan apapun dalam sikap Rhoma dalam berbagai hal tidak menjadi masalah. Lagunya sudah kadung melekat dalam ingatan masyarakat.

Dalam penelitian Andrew itu, dia menuliskan, sekitar 1960-an Rhoma Irama sebelumnya telah banyak bermain musik dengan grup musik pop dan rock, dan grup musik orkes melayu. Namun, baru pada 1970-an dia membentuk grup musik Soneta yang mengalunkan lagu ciptaannya sendiri.

Berikut album dan lagu-lagu yang dikeluarkan Rhoma Irama saat bersama Soneta Grup dan menjadi trend di zamannya, bahkan sampai saat ini masih terdengar meski sudah berganti generasi.

Album Begadang (1973) merupakan album pertama Rhoma dengan grup musik Soneta. Dalam album ini Rhoma tidak hanya bernyanyi sendiri, melainkan juga duet bersama Elvy Sukaesih. Lewat album inilah Rhoma melejit dengan lagu Begadang. Kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang sederhana dan musik yang sederhana.

"Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya," demikian salah satu potongan pembuka lagu itu.

Entah kenapa lagu itu begitu familiar sampai sekarang, padahal dalam album itu terdapat lagu "Tung keripit" yang juga tidak kalah bagus dalam irama musik. Begadang juga masuk dalam 150 Lagu Indonesia Terbaik majalah Rolling Stone Indonesia yang diterbitkan pada Desember 2009 dalam urutan 24. Begadang juga merupakan lagu dangdut pertama yang dianggap terbaik sepanjang masa oleh majalah franchise asal Amerika Serikat itu. Lagu lainnya album itu seperti, Sengaja, Sampai pagi, Cinta Pertama, Kampungan, Ya le le, Tak Tega, Sedingin salju, dan Sya la la.

(mdk/war)

TOPIK TERKAIT