Begal Warteg Gunakan Hasil Rampasan untuk Makan dan Beli Narkoba

PERISTIWA | 26 Januari 2020 18:44 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Empat pria melakukan aksi pemerasan atau begal di Warteg Mamoka Bahari, Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (21/1) dinihari. Seorang pria yang tengah makan menjadi korban.

Peristiwa itu bermula saat korban sedang makan di warteg tersebut, tiba-tiba datang tiga orang mengendarai motor. Pelaku mendatangi korban dan mengancam dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Pelaku memaksa korban untuk menyerahkan barang berharga.

Polisi bergerak cepat. Empat pelaku berhasil ditangkap pada Sabtu (25/1) dan Minggu (26/1). Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan, ada dua motif di balik aksi yang dilakukan empat orang tersebut. Pertama motif ekonomi. Kedua motif narkotika.

Ketika salah satu pelaku berinisial HW ditangkap, polisi menemukan satu paket sabu. Hanya saja dia belum dapat menyampaikan berapa berat paket sabu yang disita.

"Selain ekonomi, mereka ini juga bahwa diduga mereka ini karena ketergantungan narkoba kerena dari pemeriksaan terhadap HW ini ditemukan barang bukti sabu," ujar dia, dalam konferensi pers, di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Minggu (26/1).

"Nanti akan kita dalami sejak kapan menggunakan sabu. Nanti akan kita tes juga urinenya semuanya. Apakah semuanya positif," lanjut dia.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, uang Rp950.000 hasil begal digunakan untuk makan sehari-hari dan juga untuk membeli narkoba. Selain uang milik korban, pelaku juga merampas ponsel korban.

"Termasuk handphonenya juga dijual untuk makan sehari-hari dan untuk beli narkoba. Keberadaan Handphonenya masih kita cari dijual ke mana. Nanti akan kita cari handphonenya juga pelaku penadahnya," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Tukang Ojek, Tukang Parkir dan Pengangguran

Terkait latar belakang pekerjaan pelaku, kata Bastoni, HW dan PS ini bekerja sebagai ojek. Sedangkan pelaku berinisial HF bekerja sebagai tukang parkir. "Sementara SB tidak ada pekerjaan," katanya.

Sejauh ini, korban aksi begal mereka baru satu orang. Polisi membuka kemungkinan mencari adanya korban lainnya. Polisi mempersilakan masyarakat melapor jika turut menjadi korban aksi begal empat orang ini.

"Nanti akan kita dalami apakah ada TKP lain, kejadian-kejadian lain yang telah mereka lakukan. Untuk sementara korbannya satu orang di Warteg. Tapi tidak menutup kemungkinan akan kita kembangkan. Mungkin juga ada Masyarakat yang mengetahui atau pernah mengalami pembegalan atau pemerasan empat pelaku ini silakan melapor akan kita proses," tutup Bastoni. (mdk/noe)

Baca juga:
Kabur dan Melawan Saat Ditangkap, Satu Pelaku Begal di Warteg Terpaksa Ditembak
Empat Pelaku Begal Warteg Pesanggrahan Berhasil Ditangkap
Satu Perampok di Warteg Pesanggrahan Jaksel Ditangkap di OKU Sumsel
3 Perampok Bercelurit yang Beraksi di Warteg Mamoka Bahari Jadi Buronan
Polisi Kembali Tangkap Rampok Warteg Pesanggrahan
Tiga Pembegal Warteg di Jaksel Masuk DPO, Ini Tampangnya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.