Begini Alasan Polda Metro Ambil Diskresi Loloskan Pemudik Jebol Pos Kedungwaringin

Begini Alasan Polda Metro Ambil Diskresi Loloskan Pemudik Jebol Pos Kedungwaringin
Pemudik motor diizinkan lewati pos penyekatan di Kedungwaringin. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 11 Mei 2021 17:26 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Direktur Lalu Lintas Polda Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkap alasan pihaknya memberikan diskresi dengan meloloskan para pemudik sepeda motor dari pos penyekatan Kedung Waringin. Lantaran membuat kerumunan yang membahayakan para pemudik.

Terlebih, ada beberapa dari kerumunan para pemudik yang membawa anak bayi namun tetap memaksa untuk berangkat mudik dan tak mau diputar balik oleh petugas di pos penyekatan.

"Ketika laksanakan penyekatan banyak masyarakat yang tetap memaksa untuk bisa mudik, bisa lolos mereka juga tidak mau kita putar balik. Sehingga timbulkan kerumunan yang justru berbahaya bagi kesehatan masyarakat itu sendiri. Lagipula banyak pemudik dari mereka yang bawa anak bayi dan sebagainya," kata Sambodo kepada wartawan, Selasa (11/5).

Karena kondisi tersebutlah, lanjut Sambodo, menjadi alasan pihaknya mengambil langkah diskresi untuk meloloskan para pemudik. Walaupun di depannya masih banyak pos penyekatan-penyekatan lainnya.

"Oleh sebab itu kami lakukan diskresi oleh kepolisian untuk kemudian secara bertahap membuka penyekatan untuk kemudian mereka bisa lolos hanya sekedar untuk memecah kerumunan," ujarnya.

Meski diloloskan, Sambodo mengatakan para pemudik tetap akan melewati penyekatan di wilayah berikutnya. Sehingga, pemudik tak bisa serta merta terus melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

"Toh kemudian tidak jauh dari Kedungwaringin gak sampai 1 km itu ada pos penyekatan Tanjung Pura di Karawang, lolos dari Karawang masuk Purwakarta masuk Subang ada lagi, masuk Indramayu ada lagi, masuk Cirebon ada lagi pos penyekatan," sebutnya.

"Bahkan ke kota mana pun ketika para pemudik itu masuk ke kota tertentu itu biasanya ada penyekatan. Itulah sebabnya kita melaksanakan penyekatan berlapis dengan 381 titik di pulau Jawa. Ini yang kita lakukan," tambahnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Mudik Dilarang, Pemerintah Ajak Belanja Online untuk Keluarga di Kampung Halaman
Satgas Covid-19 Ingatkan Konsekuensi Hukum Warga Penerobos Pos Penyekatan Mudik
Pimpinan DPR Minta Aparat Tegas Terhadap Pemudik
Antisipasi Lonjakan Kasus Usai Lebaran, Ganjar Minta RS Buka Kembali ICU Covid-19
Polisi Minta Pemudik Patuhi Aturan Tak Menerobos Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami