Begini kisruh alur beasiswa Dikti yang tak kunjung cair

PERISTIWA | 9 September 2014 14:28 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Keresahan para mahasiswa penerima beasiswa Ditjen Dikti Kemendikbud mencapai puncaknya di bulan September ini. Mereka harus melunasi biaya perkuliahan yang akan segera dimulai setelah libur semester. Sementara dana tak kunjung dikirim oleh pihak Dikti.

"Hari ini, ada banyak penerima beasiswa dikti yang kesulitan hidup, terancam dicancel enrollment-nya, terancam dicabut visanya atau dibatasi aksesnya ke fasilitas kampus," kata salah satu penerima beasiswa yang enggan diungkapkan identitasnya dalam perbincangan dengan merdeka.com, Selasa (9/9).

Mahasiswa program doktoral di salah satu kampus di wilayah Asia ini mengaku kecewa tapi tidak bisa melakukan apa-apa karena komunikasi dengan pihak pengelola beasiswa hanya berlangsung satu arah.

"Banyak keluhan dan permasalahan terutama terkait beasiswa yang kami sampaikan di forum penerima beasiswa tidak ditanggapi oleh pengelola. Padahal kami sudah melengkapi seluruh berkas persyaratan agar beasiswa term-2 segera dicairkan tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan," ujar dia.

Dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di daerah ini menjelaskan, kisruh ini bermula dengan perubahan sistem pencairan beasiswa pada semester ini. Para penerima beasiswa wajib menyerahkan progress report online dengan alur sebagai berikut:

Pihak Dikti mengirimkan email berisi link progress report online ke supervisor (sebelum 15 Juni). Kemudian supervisor (pembimbing/profesor) mengisi form di link tersebut dan mensubmitnya. Dikti kemudian memproses progress report (16-30 Juni) dan terakhir Dikti mentransfer beasiswa (bulan Juli 2014 atau sebelum lebaran).

"Saya segera bergegas mengisi alamat email yang diminta. Dicek bolak-balik, lengkap semua. Saya juga tak lupa memberi tahu pembimbing saya bahwa bulan Juni ini Dikti akan mengirimkan progress report. Setelah itu, di bulan Juni, setiap ketemu pembimbing saya mesti bertanya soal email dari Dikti, dan dia selalu menggeleng. Sampai saya malu," tuturnya.

Hingga hari ini, lanjut dia, masih banyak penerima beasiswa yang supervisornya belum menerima email progress report dari pihak Dikti. Yang mengherankan, para penerima beasiswa yang sejak pertengahan Agustus progress reportnya dinyatakan lengkap, dana beasiswanya tak kunjung ditransfer.

Dia menjelaskan, mekanisme ini baru dilaksanakan mulai tahun ini. "Mekanisme ini menimbulkan masalah baru yang celakanya membuat beasiswa terlambat datang. Padahal tiap tahun juga sudah terlambat," keluhnya. (mdk/bal)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.