Begini Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Beragama Katolik

Begini Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Beragama Katolik
PERISTIWA | 26 Maret 2020 14:13 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kementerian Agama menerbitkan protokol pengurusan jenazah pasien Covid-19 yang beragama Katolik. Plt Dirjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha, mengatakan protokol diterbitkan sebagai panduan bersama jika ada umat Katolik yang meninggal dengan status pasien corona.

"Protokol ini kami susun setelah berkoordinasi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)," terang Aloma Sarumaha di Jakarta, Kamis (26/3).

"Prinsipnya, pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," lanjutnya.

1 dari 1 halaman

Berikut ini protokol pengurusan jenazah Covid-19 beragama Katolik:

1. Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

2. Jenazah pasien Covid-19 dipakaikan pakaian sepantasnya lalu dimasukkan ke dalam kantung jenazah bahan dari plastik (tidak dapat tembus air) dan kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.

3. Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang.

4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

5. Khusus mengenai pengantaran jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, sehingga petugas Gereja Katolik untuk urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut.

6. Ibadah pemakaman diatur oleh petugas Gereja Katolik sesuai dengan prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan.

7. Selama ibadah pemakaman, seluruh petugas Gereja Katolik dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing, dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan infeksi Covid-19. (mdk/lia)

Baca juga:
Saksi Berstatus ODP, Sidang Perkara Suap Wali Kota Medan Ditunda
Bisnis Lesu, Industri Penerbangan Minta Pemerintah Beri Insentif Tekan Kerugian
Corona, Hotel Grand Cempaka Business Jadi Tempat Istirahat Tenaga Medis
1 Perempuan di Bukittinggi Positif Corona, Keluarga Diisolasi
Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoaks Sekuriti Pingsan karena Covid-19
Jelang KTT Luar Biasa G20, RI Usulkan 5 Rekomendasi Tangani Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami