Bela Anak, Preman di Garut Aniaya Santri di Ponpes Hingga Tak Sadarkan Diri

Bela Anak, Preman di Garut Aniaya Santri di Ponpes Hingga Tak Sadarkan Diri
PERISTIWA | 16 Agustus 2020 01:01 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Dua orang santri Pondok Pesantren Zawiyah, Kecamatan Samarang, Sabtu (15/8) dianiaya seorang preman di lingkungan pesantren. Aksi penganiayaan tersebut dipicu perselisihan antara korban dengan anak pelaku penganiayaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Zawiyah, Aji Muhammad Iqbal mengatakan, aksi penganiayaan dilakukan seorang lelaki yang dikenal sebagai sopir angkot dan preman. Lelaki tersebut menganiaya santri yang masih di bawah umur dengan tangan kosong di lingkungan pesantren.

“Salah satu santri sempat tidak sadarkan diri karena penganiayaan tersebut. Satunya lagi tidak terlalu parah karena terkena dua pukulan. Saya yang melihat penganiayaan langsung menghentikan aksi penganiayaan tersebut. Kalau yang pertama, santri saya sudah tergeletak,” ujarnya.

Aji menjelaskan, aksi penganiayaan santri berawal dari perselisihan antara kedua santrinya dengan anak pelaku penganiayaan saat hendak belanja di warung di luar lingkungan pesantren. Anak pelaku diketahui sempat menghina pesantren dengan menyebut kata ‘anjing’ sehingga sempat terjadi perselisihan. Setelah perselisihan tersebut, kedua santrinya kembali ke pesantren.

“Mungkin anak yang tadi berselisih dengan santri melaporkan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Jadinya pelaku pemukulan ini datang dan menganiaya dua santri saya di lingkungan pesantren,” jelasnya.

Baca Selanjutnya: Aksi penganiayaan terhadap dua orang...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami