Belajar dari Rumah di Depok Berlangsung Hingga 18 Desember 2020

Belajar dari Rumah di Depok Berlangsung Hingga 18 Desember 2020
PERISTIWA | 13 Juli 2020 18:02 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Pemerintah Kota Depok menegaskan bahwa proses belajar mengajar di Tahun Ajaran 2020/2021 bagi para pelajar tetap dilakukan dengan metode belajar dari rumah (BDR). Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan mulai 13 Juli sampai 18 Desember 2020.

"Adapun masa pengenalan lingkungan sekolah dan pengenalan bakat minat siswa akan diselenggarakan pada tanggal 13 sampai dengan 17 Juli 2020 harus dilaksanakan secara online, dan dilanjutkan pelaksanaan BDR yang akan diselenggarakan mulai 18 Juli 2020 sampai 18 Desember 2020. Dengan demikian kegiatan tatap muka di sekolah pada saat PSBB Proporsional ini tidak diperkenankan, hal ini bertujuan untuk menjaga anak-anak kita dan insan pendidikan dari kemungkinan terjadinya penularan Covid-19," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan resminya, Senin (13/7).

Namun pada hari pertama PJJ dimulai, ada sekolah yang melanggar aturan tersebut. Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Depok terlihat datang ke sekolah untuk mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). MPLS memang tidak berlangsung lama.

Menanggapi itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, kewenangan untuk jenjang sekolah tingkat atas ada di Pemprov Jawa Barat. Dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami sampaikan, bahwa giat tatap muka tidak diperbolehkan. Disdik Provinsi Jabar pun sudah mengeluarkan juknis (petunjuk teknis) terkait ini," katanya.

Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) telah meninjau lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.

"Saya sampaikan Bu Kasat Pol PP, buka saat mengecek di lapangan seperti apa. Kalau sudah pulang mungkin besok pagi datang kembali. Saya sudah telepon juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Pak Dedi Supandi, saya telepon kepada beliau saya minta informasi apakah memang ada informasi lebih lanjut terkait sekolah, ternyata Disdik provinsi juga sudah mengeluarkan juknis bahwa tidak diperkenankan untuk melakukan tatap muka," ucapnya.

Ditegaskan dia bahwa untuk kewenangan jenjang sekolah tingkat atas, ada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan yang di tingkat kota/kabupaten adalah untuk tingkat PAUD hingga SMP saja. "Untuk SMA/SMK ada di provinsi. Kewenangan kabupaten/kota kan sampai SMP dari PAUD," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Tahun Ajaran Baru, Solo Berlakukan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
10 Juta Anak Diprediksi Tak Bisa Kembali Sekolah Setelah Pandemi Covid-19
Covid-19 Belum Selesai, Sandiaga Minta Sekolah Beradaptasi dengan New Normal
Gubernur Wahidin Halim: Tahun Ajaran Baru di Banten Terpantau Lancar
Wagub DKI Ajak Peserta Didik & Pengajar Tetap Tangguh di Masa Pandemi Covid-19
Disdik Aceh: 413 Sekolah Mulai Belajar Tatap Muka

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami