Beli Obat Terlarang, Belasan Anak di Garut Diamankan Polisi

Beli Obat Terlarang, Belasan Anak di Garut Diamankan Polisi
borgol. shutterstock
NEWS | 22 September 2021 03:31 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Sejumlah anak di bawah umur dan remaja di Kabupaten Garut terpaksa diamankan Tim Sancang Polres Garut. Mereka kedapatan tengah membeli obat terlarang yang rencananya akan digunakan untuk berpesta.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, setidaknya ada 16 orang anak di bawah umur yang diamankan pihaknya.

“Dari 16 orang itu 9 orang masih anak di bawah umur yang berstatus sebagai pelajar, sisanya remaja,” katanya di Garut, Selasa (21/9).

Dia mengungkapkan, 16 orang tersebut diamankan saat hendak membeli obat-obatan terlarang di wilayah Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (20/9) malam.

Awalnya Polres Garut menerima laporan adanya rumah yang dianggap meresahkan masyarakat. Alasannya karena diduga menjual obat-obatan terlarang. Saat itu polisi langsung menerjunkan Tim Sancang untuk melakukan pengungkapan.

“Lokasi tersebut langsung dilakukan penggerebekan. Saat penggerebekan dilakukan ada yang sedang transaksi jual beli obat-obatan terlarang, bahkan ada juga yang diketahui sudah mengonsumsi obat yang dibelinya. Kita langsung amankan,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, diketahui rupanya bocah-bocah yang membeli obat-obatan tersebut mengaku akan melakukan pesta di salah satu lokasi di wilayah Kecamatan Pameungpeuk.

“Untuk kesenangan saja mereka ngakunya, agar fly,” ungkapnya.

Selain mengamankan belasan orang, Wirdhanto menyebut, pihaknya juga mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial S (38) yang merupakan penjual obat-obatan tersebut. Dari S, pihaknya mengamankan lebih dari seribu butir berbagai jenis obat terlarang, puluhan botol minuman keras, hingga uang hasil penjualan.

Atas perbuatan tersebut, menurutnya, pihaknya mengenakan pasal 196, 198 undang-undang Kesehatan dan Tenaga Kesehatan. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Lapas Penuh Sesak, Wamenkum HAM Harap RUU Narkotika Disahkan Oktober 2021
Polres Kudus Gagalkan Pengiriman 50 Gram Ganja, Begini Kronologinya
Penghasilan Kurang, Tukang Kelapa Muda di Tasikmalaya Jualan Narkoba
Simpan Sabu dalam Rumah Kontrakan, Perempuan di Tangerang Dibekuk Polisi
Banyak Lapas Kelebihan Kapasitas, BNN Minta Pecandu Narkoba Direhabilitasi
Polisi di Mandailing Natal Babak Belur Dipukul Pengedar Narkoba, Begini Kronologinya

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami