Beli Sabu di Lapas Madiun, Pengantin Baru di Surabaya Diamankan BNN

PERISTIWA | 3 September 2019 08:31 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mengamankan sepasang suami istri diduga bagian pengedar jaringan narkotika Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun. Mereka diamankan bersama dengan seorang pengedar lainnya beserta barang bukti sabu lebih dari 16 gram.

Ketiga pengedar sabu ini ditangkap dalam sebuah penggerebekan di rumah kos di kawasan Jalan Medokan Surabaya. Mereka adalah pasangan suami istri pengantin baru Dimas (19 tahun) dan Desy (19 tahun), serta Rizal (18 tahun).

Dalam penyergapan di rumah kos Rizal ini, petugas BNNK Surabaya menyita barang bukti dari ketiganya berupa sabu siap edar yang sudah dikemas dalam bentuk paket dengan berat lebih dari 16 gram.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sabu ini rencananya diedarkan sesuai pesanan. Ketiganya juga mengaku mendapatkan serbuk haram tersebut dari seorang bandar yang kini berada di Lapas Madiun.

"Yang suami istri ini kita tangkap bersama rekannya sesama pengedar di rumah kos. Barang bukti juga masih ada pada mereka," jelas Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono, Senin (2/9).

Dia menambahkan, pengiriman sabu jaringan ini menggunakan sistem ranjau. Barang haram tersebut didapatkan pelaku dengan cara memesan ke bandar yang berada di Lapas Madiun.

"Sabu di dapat dari Lapas Madiun dengan sistem tersangka pesan barang kepada bandar di lapas melalui telepon, kemudian uang ditransfer via bank dan sabu pun dikirim di tempat yang telah disepakati," ungkapnya.

Ironisnya, sebagai pengantin baru, Desy mengaku nekat menjadi pengedar karena ingin membantu suami. Bahkan, dia juga baru mengetahui jika suaminya adalah seorang bandar narkoba.

"Saya tahunya setelah menikah kalau suami saya pengedar sabu. Dan saya baru sekali melakukan ini. Tapi karena disuruh suami, saya nurut saja," aku Desy.

Selain barang bukti sabu, petugas BNNK Surabaya juga menyita peralatan isap, poket plastik, telepon genggam, kartu ATM dan bukti transfer rekening bank. Sementara itu akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman paling singkat lima tahun serta paling lama 20 tahun. (mdk/fik)

Baca juga:
Bongkar Peredaran Narkoba di Sidoarjo, Polisi Tangkap 90 Orang dan Sita Senjata Api
BNN Gagalkan Peredaran 30 Kg Sabu di Riau
Edarkan Sabu, Pengemudi Ojek Online di Ciledug Diupah Rp15 Juta
Terlibat Jaringan Narkoba, Pria dan Wanita di Sampit Ditangkap Polisi
Belum Sempat Terima Upah Rp15 juta, Kurir Sabu Dibekuk Polisi
Kedapatan Antar Sabu, Seorang Nelayan Ditangkap di Pelabuhan Bakauheni
2 Stand Up Comedy Ditangkap Polisi usai Konsumsi Sabu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.