Beli Seragam di Pasar Senen, TNI Gadungan Dibekuk saat Masuk Markas Kodim Bondowoso

Beli Seragam di Pasar Senen, TNI Gadungan Dibekuk saat Masuk Markas Kodim Bondowoso
TNI Gadungan. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 17 Juni 2020 01:42 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Status sebagai prajurit TNI rupanya masih banyak dijadikan modus penipuan. Seperti yang terjadi di Bondowoso. Seorang pria paruh baya bernama Ferdinand Mesias Santi harus berurusan dengan para prajurit dan perwira di Markas Kodim (Makodim) 0822 Bondowoso. Sebab, pria berusia 45 tahun ini mengaku sebagai prajurit TNI AU dengan pangkat Letnan Kolonel. Setara dengan pangkat yang disandang Komandan Kodim 0822 Bondowoso.

Aksi yang dilakukan Ferdinand ini bermotif ekonomi. Menurut Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Jadi, pelaku Ferdinand menyaru sebagai perwira TNI untuk melakukan penipuan. “Tersangka hendak membeli mobil yang akan dialihkan (over credit) dari seorang dokter gigi spesialis yang ada di Bondowoso,” ujar Jadi.

Untuk lebih meyakinkan, Ferdinad menemui calon korbannya dengan menggunakan seragam prajurit TNI lengkap dengan pangkat dua melati di pundaknya. Ia juga mengajak sang kekasih, Imaniar (31), Bahkan pelaku juga sampai mengeluarkan modal untuk menyewa mobil dan sopir pribadi.

Namun, dokter gigi yang akan dibeli mobilnya oleh Ferdinand merasa curiga. Kecurigaan itu didasarkan dari cara komunikasi Ferdinand yang terlalu tinggi. Karena itu, dokter gigi tersebut kemudian meminta tolong kepada seorang Babinsa setempat. Ferdinand kemudian dipancing untuk mengadakan pertemuan di Makodim 0822 Bondowoso.

Ferdinand pun terpancing dengan bersedia datang ke Makodim. Di dalam markas, Ferdinand lantas ditanya oleh beberapa prajurit TNI AD.
“Saya tanya ke teman-teman saya di Mabes TNI dan Mabes TNI AU, tetapi tidak ada yang kenal dengan yang bersangkutan. Lalu saya interogasi pelan-pelan,” tutur Jadi.

Dalam interogasi awal, makin terkuak aksi tipu-tipu Ferdinand. “Saya tanya, dia dinas di satuan mana. Masuk TNI AU pada tahun berapa. Litingnya (angkatan masuk)nya siapa saja, tidak ada yang kenal dia,” papar Jadi.

Bahkan saat ditanya NRP (Nomor Registrasi Prajurit), Ferdinand juga tidak tahu. “Itu hal yang paling dasar,” sambung Jadi.

Setelah semakin tersudut, barulah Ferdinand mengaku. Pria kelahiran Kabupaten Alor, NTT ini mengaku membeli seragam dan pangkat dari Pasar Senen, Jakarta. Bermodalkan seragam TNI gadungan tersebut, Ferdinand mengaku telah beberapa kali sukses melakukan aksi penipuan. Bahkan di kampung kelahirannya, Ferdinand mengaku bisa menemui sejumlah petinggi TNI/Polri dengan bermodal seragam TNI palsu. “Saya bohong pak, mengaku sebagai TNI. Di Alor, saya ketemu Babinsa, Dandim dan Kapolres. Termasuk pejabat saya bohongi,,” tutur Ferdinand.

Sukses menipu di berbagai kota, petualangan penipuan Ferdinand berakhir di Bondowoso, Jawa Timur. “Pekerjaan saya sebenarnya adalah kontraktor pemasangan kabel optik,” kata Ferdinand.

Dalam pemeriksaan di ruang Makodim 0822 Bondowoso, TNI bahkan melepas seluruh seragam Ferdinand. Hingga tersisa hanya celana pendek saja.

Setelah mengakui aksi penipuannya, Kodim 0822 Bondowoso kemudian menyerahkan pelaku Ferdinand ke Polres Bondowoso, untuk menjalani proses hukum. (mdk/gil)

Baca juga:
Bobrok Letkol TNI Palsu Dibongkar Bu Dokter, Sok Gaya Datang Naik Mobil dan Disopiri
Motor Temannya Disita, Peno Mengaku Anggota TNI dan Ancam Bakar Kantor Polisi
Jadi TNI Gadungan, Seorang Buruh Tiduri dan Peras Korban Rp36 Juta
TNI Gadungan di Sumut Ditangkap Warga Hendak Curi Mesin Las
Kerap Minta Uang, Kopassus Gadungan di Bogor Diamankan
Tingkah Laku TNI Gadungan, Nekat Menipu Demi Kelabui Banyak Perempuan

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami