Beli Tanah dan Villa di Bali, Putri Arab Lolowah Tertipu Rp512 M

Beli Tanah dan Villa di Bali, Putri Arab Lolowah Tertipu Rp512 M
PERISTIWA | 28 Januari 2020 15:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Putri dari Raja Arab Faisal, Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud, menjadi korban penipuan oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Korban tertipu saat membeli sebidang tanah dan properti villa di Bali dengan harga sekitar 36 juta USD atau senilai Rp512 miliar lebih.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo menyampaikan terlapor berinisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka.

"Laporan polisi bulan Mei 2019. Pelapor Edvardo Paulo Lopes Gomes selaku kuasa hukumnya," tutur Ferdy dalam keterangannya, Selasa (28/1).

Menurut Ferdy, laporan tersebut berisikan dugaan pelanggaran pidana penipuan atau penggelapan dan pencucian uang.

Dalam runut kronologi, sejak 27 April 2011 sampai dengan 16 September 2018, korban telah mengirimkan sejumlah uang dengan total sebesar 36 juta USD untuk pembelian tanah, juga pembangunan villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

"Namun sampai dengan tahun 2018, pembangunan belum selesai," jelas dia.

Berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih terkait bangunan yang sudah didirikan, nilai Villa Kama dan Amrita Tedja berdasarkan kondisi fisik sekitar Rp37 miliar lebih.

"Nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan," kata Ferdy.

1 dari 1 halaman

ebih jauh, hingga saat ini tanah dan villa yang telah didirikan itu masih atas nama EMC. Padahal dalam perjanjian, akan ada proses balik nama atas perusahaan PT Eastern Kayan.

Tidak berhenti di situ, pada Maret 2018, EMC juga menawarkan sebidang tanah kepada korban dengan luas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.

"Kemudian korban mengirimkan sejumlah uang sebesar 500 ribu USD kepada tersangka. Akan tetapi setelah dikonfirmasi, tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual," Ferdy menandaskan.

EMC kini disangkakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Reporter: Nanda Perdana (Liputan6.com) (mdk/fik)

Baca juga:
Mantan Dirut Transjakarta Diduga Gelapkan Uang Rp 1,4 Miliar
Polisi Selidiki Kasus Cek Kosong Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih
Polda Metro Selidiki Kasus Penipuan yang Diduga Dilakukan Eks Dirut Transjakarta
Dirut Transjakarta Andy Saragih Ternyata Terpidana Penipuan, Ini Rekam Jejaknya
Tersangka Kasus Keraton Agung Sejagat Kemungkinan Bertambah
Ngaku Bisa Ambil Harta Karun, Ulama Gadungan Cabuli Janda & Gadis di Pandeglang
Hindari Kasus Penipuan Online, Masyarakat Diminta Melek Teknologi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami