Beli tiket kereta lewat calo, seorang penumpang batal diberangkatkan

PERISTIWA | 3 Juli 2016 13:01 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Bambang S Prayitno, menegaskan bahwa pihaknya tak pernah bekerja sama dengan pihak lain atau calo dalam penjualan tiket kereta. Oleh sebab itu, para calon penumpang harus membeli tiket resmi di loket stasiun maupun di online.

"Kami mengimbau kepada penumpang agar waspada kepada jasa perorangan yang menawarkan tiket. Dipastikan tiket tidak akan bisa dipergunakan oleh pengguna jasa, hal ini sudah menjurus kepada penipuan," kata Bambang saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (3/7).

Bambang mengungkapkan, PT KAI tidak pernah bekerja sama dengan jasa perseorangan. PT KAI hanya bekerjasama dengan agen-agen resmi, mini market dan chanel-chanel eksternal lainnya.

"Tidak membeli tiket melalui jasa perorangan berarti sudah terhindar dari upaya penipuan," paparnya.

Selama arus mudik ini, Bambang mengungkapkan pihaknya telah membatalkan kepergian seorang penumpang yang membeli tiket tak resmi lewat calo. Hal itu diketahui setelah kesiapan dan identitas penumpang tidak cocok dengan tiket kereta.

"Kami batalkan dia pergi. Tak ada kompensasi, karena selama ini kami sudah berkali-kali bilang tak ada calo. Calo nya juga diamanin. Lagi pula kan tiket sekarang mudah dibeli. Siapa yang bilang tiket susah dibeli? Toh sekarang kan ada sistem beli di online, di minimarket, itu jauh lebih mudah," ujarnya.

"Itu mereka yang bilang beli tiket kereta api susah ya mereka yang engga dapat karena menunda-nunda pembelian. Akhirnya mereka beli di calo, tapi tetap engga bisa berangkat. Salah mereka sendiri. Tiket itu habis kan karena gampang dibeli," tutupnya.

Selain itu, Bambang juga mengingatkan kepada penumpang agar tetap mempertimbangkan estimasi waktu tempuh dari rumah tinggal menuju stasiun, sehingga tidak tertinggal KA, serta dipastikan membawa identitas asli, KK (Kartu Keluarga) untuk bisa masuk ke kereta.

"Kami ingatkan agar penumpang membawa barang bawaan seperlunya, tidak membawa binatang, buah-buahan yang berbau menyengat seperti durian, cempedak, nangka dan sejenisnya. Juga tidak membawa, senjata tajam, senjata api tak berizin," tambahnya.

Meski demikian, lanjut Bambang, hingga kini arus mudik di Stasiun Senen terbilang lancar. Para penumpang pun tertib sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Hingga hari ini, Minggu (3/7) atau H-3, Alhamdulillah semua system operasi berjalan dengan aman lancar dan terkendali. Semua berjalan sesuai aturan," tutupnya.

(mdk/hhw)