Belum Menyerahkan Diri, Donny Saragih Beralasan Sakit

PERISTIWA | 29 Januari 2020 20:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat telah menangkap Porman Tambunan atau Andi rekan mantan Dirut PT Transjakarta, Donny Andy Saragih. Akan tetapi, hingga saat ini Donny belum ditangkap.

"Belum menyerahkan diri (Donny), tetapi yang satunya kan sudah kita masukan (amankan) Porman Tambunan," kata Kepala Kejari Jakpus, Riono Budisantoso saat dihubungi, Rabu (29/1).

Sementara itu, dia mengklaim sudah melakukan pencarian Donny dan Andi sejak surat penahanan itu keluar pada tahun 2019. Dia menyebut pihaknya juga melakukan pemantauan dari alamat tempat tinggal terpidana.

"Kalau dia dengan sukarela menyerahkan dateng ke kejaksaan mau menjalani hukuman itu sudah selesai. Enggak usah dicari-cari gitu," papar dia.

Riono juga mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kejaksaan, awalnya Donny bersedia menyerahkan diri pada Selasa, 28 Januari 2020. Namun, Donny tak kunjung datang hingga saat ini karena alasan sakit.

Kendati begitu, Riono mengaku pihaknya juga belum mengetahui keberadaan Donny saat ini.

"Kalau dia sakit kita bantarkan masuk ke rumah sakit. Hukuman itu harus dijalani oleh dia cepat atau lambat," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Dibatalkan Jadi Dirut Transjakarta

Sebelumnya, Donny Andy Saragih merupakan terpidana dalam kasus yang tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman.

Donny bersama Porman Tambunan alias Andi kemudian dituntut "turut serta melakukan penipuan berlanjut" sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Pada 15 Agustus 2018 lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis satu tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota.

Jaksa Penuntut Umum yakni Priyo W kemudian mengajukan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara masing-masing dua tahun kepada keduanya.

Belum ditahan, Donny ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sejak Kamis tanggal 23 Januari 2020, dengan tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).

Karena berstatus terpidana, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah atau BP BUMD Provinsi DKI Jakarta membatalkan penunjukan jabatan Donny pada Senin 27 Januari 2020.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Punya Bukti Baru, Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih Ajukan PK Kasus Penipuan
Mantan Dirut Transjakarta Donny Andy Saragih Jadi Buronan Kejaksaan
Ngaku Kecolongan, Pemprov DKI sebut Donny Saragih Sempat Diseleksi Eks Pimpinan KPK
Mantan Dirut Transjakarta Diduga Gelapkan Uang Rp1,4 Miliar
Polisi Selidiki Kasus Cek Kosong Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih
DPRD DKI Soal Polemik Dirut Transjakarta: Kami ingin BUMD Dipegang Orang Baik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.